latihan teater pertama

, , No Comments
Tadi latihan pertama kali bidang teater Artist. Latihannya di belakang UPP IPD.  Besok kami bakal menampilkan penampilan perdana Teater Artist.  wuuhaa! Teater Artist itu Teater nya anak mipa, baru aja di bikin.  Artist = Art Scientist.  Belum fix sih nama teaternya, untuk sementara itu dulu.
Nah, buat pertunjukan besok, karena gw ga sempet buat naskah, akhirnya gw mikir besok nampilin pembacaan puisi aja.  Latihannya lebih gampang, cepet, dan mungkin di lakukan.  Puisi yang gw pilih adalah puisi nya W.S. Rendra yang judulnya Sajak Pertemuan Mahasiswa. WS Rendra pernah bacain puisi itu juga di depan mahasiswa Universitas Indonesia dan pernah juga dibacain di dalam salah satu adegan film "Yang Muda Yang Bercinta".  Gw sendiri juga belum pernah nonton film itu, katanya sih di sutradarain Sumandjaja. Buat yang pernah nonton Ada Apa dengan Cinta pasti tau kan Sumandjaja? hehe  Naskah puisinya gw cari di internet.

ini naskah nya:

Sajak Pertemuan Mahasiswa
oleh: W.S. Rendra


Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit,
melihat kali coklat menjalar ke lautan,
dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.

Lalu kini ia dua penggalah tingginya.
Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini memeriksa keadaan.

Kita bertanya :
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.
Orang berkata “ Kami ada maksud baik “
Dan kita bertanya : “ Maksud baik untuk siapa ?”

Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.
Ada yang duduk, ada yang diduduki.
Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.
Dan kita di sini bertanya :
“Maksud baik saudara untuk siapa ?
Saudara berdiri di pihak yang mana ?”

Kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani yang kehilangan tanahnya.
Tanah-tanah di gunung telah dimiliki orang-orang kota.
Perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja.
Alat-alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya.

Tentu kita bertanya : “Lantas maksud baik saudara untuk siapa ?”

Sekarang matahari, semakin tinggi.
Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala.
Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
Kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
Ilmu-ilmu yang diajarkan di sini
akan menjadi alat pembebasan,
ataukah alat penindasan ?

Sebentar lagi matahari akan tenggelam.
Malam akan tiba. Cicak-cicak berbunyi di tembok.
Dan rembulan akan berlayar.
Tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda.
Akan hidup di dalam bermimpi.
Akan tumbuh di kebon belakang.

Dan esok hari matahari akan terbit kembali.
Sementara hari baru menjelma.
Pertanyaan-pertanyaan kita menjadi hutan.
Atau masuk ke sungai menjadi ombak di samodra.

Di bawah matahari ini kita bertanya :
Ada yang menangis, ada yang mendera.
Ada yang habis, ada yang mengikis.
Dan maksud baik kita berdiri di pihak yang mana !



Jakarta 1 Desember 1977
Potret Pembangunan dalam Puisi

*
besok yang ikutan mentas ada 10 orang, baca gantian.  Baru latihan satu kali niiiiih buat besok.. huhuu. Tapi anak2nya pada semangat belajar, jadi gw juga ikutan semangat.. ^_^
Ga sabar buat latihan teater benerannya deh..

Setelah besok mentas, baru gw presentasi tentang teater mipa bakal ngapain aja.  Gw presentasi pake prezi, tadi sempet diajarin puji gimana bikin presentasi lucu keren mantab gampang pake prezi. Cobain deh!! prezi.com trus coba-coba bikin presentasi atau apa gitu. Keren dan kreatif!

Ayolah kawan-kawan datang yaa ke Launching Balon Artist di B.101 FMIPA UI kamis, 14 April 2011 jam 16.00 WIB!

0 comments:

Post a Comment