sekarang ini saya paling ngga suka liat pesta ulang tahun.
Ada sesuatu yang entah apa yang bikin saya selalu tutup kuping dari cerita-cerita pesta ulang tahun.
Ada bagian yang entah dimana yang menjadi bisu beku bila bersinggungan dengan pesta ulang tahun.

Kini mata saya langsung menutup bila di depan saya tertampang kue ulang tahun indah
saya juga mulai berhenti menghitung mundur tanggal di bulan empat itu.
Entah Apa.

Barangkali Sang Entah Apa telah membunuh sebagian mimpi saya, mimpi yang sejak dulu tumbuh subur di benak. Yang membuat saya hidup di antara pesta ulang tahun.
Saya kini membuat semua menutup. Supaya Sang Entah Apa, yang betah tinggal di sudut sepi, tidak semakin menyakiti. Supaya saya bisa menumbuh subur kan mimpi yang baru, tanpa pesta ulang tahun.
Terima kasih untuk segala yang bernama cinta. Yang telah kau biarkan melebat dan merindang di taman hati ku menyatu dengan kata, menujam tiap helaian kisah dengan sabar. Dan yang telah membekas elok di antara jejak perjalanan.

Kita yang tidak bisa diungkap dengan kata, semoga masih bisa merajut mimpi, menggores kisah, dan membakar sepi.
Kita yang telah menjelma malam, semoga masih sanggup memberi arti pada keheningan, melukis gelap, dan membunuh kerinduan.

Semoga selama nya kita tetap menjadi kita.
Meskipun telah menjelma menjadi taman, hutan, kata, dan malam.

#

Selamat tanggal 25 sayang..
all substances are poisons; there is none that is not a poison. The right dose differentiates a poison and a remedy. -Paracelsus

demikian pula dengan cinta dan tetekbengek nya. Pada dosis yang tepat tentu akan membawa dampak positif bagi diri dan lingkungan. Tapi bila dosis nya berlebihan maka akan timbul efek yang merugikan.

Tahun 2006, National Geograpic pernah ngebahas tentang cinta. Apa yang terjadi saat jatuh cinta dijelaskan dengan ilmiah. Disitu dijelaskan bahwa ketika jatuh cinta, akan terjadi peningkatan suatu zat alami di dalam tubuh yg disebut dopamin. Dopamin punya efek yang cukup signifikan bagi tubuh, antara lain peningkatan semangat dan energi, kekebalan tubuh, rasa nyaman, deg2an, dan lain-lain. Tapi sayangnya, tubuh kita tidak selama lamanya memberikan efek yang sama terhadap dopamin. Hanya sekitar 4 tahun. Selebihnya ga ada lagi tuh efek bikin semangat, energi, deg2an, dll. Oleh karena itu, kekuatan suatu hubungan percintaan setelah 4 tahun adalah komitmen. Tanpa komitmen, hubungan akan cepat rusak dan dinodai oleh penghianatan.

Nah sekarang, mari kita lihat ke belakang sejenak. Apakah kita telah mencinta dengan takaran yang tepat? Apakah kita telah mulai membangun komitmen? Atau membiarkan nya meracun, membunuh kita perlahan lahan untuk kemudian membusuk?
ada temen saya yang suka pergi ke taman-taman di jakarta. Ga tau ngapain. Mungkin cuma dateng aja lalu duduk duduk, menikmati sisa ruang terbuka hijau di ibukota.
Hmm jadi inget puisi nya chairil anwar yang judulnya Taman.

Taman

Taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain dalamnya.
Bagi kau dan aku cukuplah
Taman kembangnya tak
berpuluh warna
Padang rumputnya tak berbanding permadani
halus lembut dipijak kaki.
Bagi kita bukan halangan.
Karena
dalam taman punya berdua
Kau kembang, aku kumbang
aku kumbang, kau kembang.
Kecil, penuh surya taman kita
tempat merenggut dari dunia dan ‘nusia

bagus ya puisinya..
Puisi ini pernah dibikin musikalisasi puisi nya sama kak dowenk. Jadi makin romantis..
Pernah denger istilah vivipar? Yup! Istilah ini mungkin sudah kita dengar sejak SD.Vivipar yang sejak SD kita tau adalah cara hewan bereproduksi dengan cara beranak atau dengan kata lain janin/embrio tumbuh di dalam tubuh (melahirkan).  Contoh hewan vivipar adalah reptil, mamalia, dan beberapa ikan.  Tapi ternyata.. vivipar bukan hanya dipakai dalam istilah hewan lho..  Istilah vivipar juga dipakai dalam istilah tumbuhan.
            Tumbuhan vivipar didefinisikan sebagai tumbuhan yang bijinya berkecambah saat masih menempel di tumbuhan induknya.  Ada duatipe, vivipar dan pseudovivipar.  Tumbuhan vivipar biasanya ditemukan di pinggir pantai, sedangkan pseudovivipar dapat ditemukan di arktik, alpin, atau di daerah kering (arid).  Perbedaan vivipar dengan pseudovivipar terletak pada bentuk perkecambahannya  .Tumbuhan vivipar melakukan reproduksi seksual, sedangkan pseudovivipar melakukan reproduksia seksual.
            Pada tumbuhan vivipar,  embrio hasil dari reproduksi seksual tidak memiliki masa dormansi.   Embrio tersebut tumbuh keluar dari kulit biji dan keluar dari buah ketika masih menempel pada tanaman induk.  Dalam masa perkecambahan tersebut, kecambah menggantungkan kebutuhan nutrisi kepada tumbuhan induk.  Kecambah baru dapat melakukan fotosintesis untuk menghasilkan energi sendiri setelah hipokotil keluar.  Perkecambahan biji seperti ini dapat ditemukan di berbagai tumbuhan Mangrove (hampir seluruh Rhizophoracea, Amphibolis, Aegiceras, Pelliciera, Aegialitis, dan Nypafruticans), dan juga ± kurang dari 20 spesies tumbuhan dari famili Cactaceae.
                                                        kecambah Rhizophora
Bagaimana kita bisa tau kalau yang tumbuh itu adalah kecambah dan bukan bagian dari buah?  Kita bisa melihat anatomi bagian perpanjangan buahnya.  Bila kita lihat, ternyata pada bagian tersebut terdapat prokambium, radikula, dll yang tidak mungkin bisa kita temukan pada buah.  Biasanya bagian tersebut terdapat pada kecambah (alinea ini saya blum dapet acunya).
Vivipar berfungsi sebagai mekanisme dispersal di daerah pantai dan untuk mencegah efek racun klorida (terdapat pada air laut) saat perkecambahan.  Tumbuhan vivipar dapat berkecambah dengan baik karena dengan melakukan pekecambahan di tanaman induk, kecambah dapat berkembang di dalam kondisi konsentrasigaram yang lebih rendah dibandingkan dengan di substrat yang terendam air.  Selanjutnya, kecambah tersebut meningkatkan resistensi terhadap kadar garam tinggi sebelum jatuh ke air laut agar dapat bertahan hidup.
Subkategori dari vivipar adalah kriptovivipar.  Kriptovivipar merupakan bentuk perkembangan embrio yang tumbuh hingga merusak kulit biji namun tidak merusak kulit buah saat masih menempel pada tanaman induk.  Kulit buah baru rusak saat kecambah berkembah di atas substrat.  Contoh tumbuhan yang kriptovivipar adalah Nypa, Avicennia, Aegriceras, Pelliciera.
Pseudovivipar merupakan pembentukan propagul secara aseksual.  Bentuk perkecambahan seperti ini banyak ditemukan pada tumbuhan monokotil, khususnya Poaceae.  SelainPoaceae, pseudovivipar juga dapat ditemukan pada lamun Posidonia oceanica (L.) Delile dan kaktus Eriosyce aspillagae (Sohrens.) Katt.
Namun ternyata, ada pula beberapa tumbuhan yang memerlihatkan perkecambahan vivipar sekaligus non vivipar.  Contohnya adalah Ferocactus herrerae, Stenocereus alamosensis, and S. thurberi.  Kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh faktori ntrinsik (tekanan osmosis, hormon, perbedaan produksi fitokrom, dan perbedaan fase perkembangan buah dan biji) dan ekstrinsik (suhu, kondisi tanah) tumbuhan tersebut.
Selain dari vivipar dan pseudovivipar, ada yang disebut dengan false vivipary.  Suatu tumbuhan disebut false vivipary bila tunas vegetatif dapat tumbuh di infloresensia (bunga).  False vivipary dapat ditemukan di Agave dan Poa alpinia.

Referensi:
Botgard. ?. General characteristics and adaptations, 2 halaman.http://www.botgard.ucla.edu/html/botanytextbooks/worldvegetation/marinewetlands/mangal/generalcharacteristics.html.  19 Mei 2011, pk. 18.15 WIB
Cota-Sánchez, J. H.; Reyes-Olivas, Á.;& Sánchez-Soto, B. 2007.  Vivipary in coastal cacti: a potential reproductive strategy in halophytic environments.  American Journal of Botany, America: 11 hlm.
Elmquist, T. & Cox P.A. The evolution of vivipary in flowering plants.
Tomblinson, P.B. 1986. The botany of mangroves. Cambridge Tropical Biologi Series, USA: xii + 419 hlm.
Bird, Jonathan. 1999. Mangroves: nurseries of the reefs, 10 Agustus 2008, 3 halaman. http://www.oceanicresearch.org/education/wonders/mangroves.htm. 21 Mei 2011, 16.43 WIB
kemarin saya nge post puisi saya yg judulnya 'di antara aku' sama tentang puisi favorit gw yang judulnya 'bermain hujan'. Tapi postingan nya hilang entah kemana setelah blog bermasalah, tadi pagi. Huuff sayang sayang

Salah satu program kerja divisi eksplorasi OMPT Canopy 2011 adalah Advokasi Penamaan Tumbuhan di UI.  Proker ini dikoordinasikan oleh Cinov dan Dyna (Biologi 2010).  Sejak pertengahan bulan April 2011, Cinov dan Dyna udah mulai buat surat terbuka terkait kesalahan penamaan tumbuhan di kawasan UI.  Isi suratnya seputar kritik, saran, tata cara penamaan ilmiah (binomial nomenclature), dan foto perbandingan papan nama tumbuhan di MIPA UI (yang salah) dengan papan nama tumbuhan di kawasan UI (yang benar).  Surat yang mereka buat akan disampaikan ke pak Ismail Sumawijaya, S. Sos.  Beliau kalo ngga salah, ketua Pembinaan Lingkungan Kampus (PLK).  Tau ngga PLK dimana? PLK itu di Gedung Biru, deket stasiun pocin, depannya halte Balairung.  Kalo anak UI pasti tau kan? Kalo ngga tau, tanya temen aja deh ya hehe.
Surat terbuka atas nama OMPT Canopy itu disampaikan ke pak Ismail hari rabu, 27 April 2011.  Waktu itu cuma gw sama cinov yang ke sana, karena dyna lagi ada kuliah (gw ikutan karena gw ketua divisi eksplorasi OMPT Canopy).  Ternyata eh ternyata.. respon dari pak Ismail sangat positif.  Malah beliau seperti sudah menunggu-nunggu kedatangan kami kesana.  Kenapa bisa gitu?  Karena kami anak BIologi dan pak Ismail sudah baca artikel tentang kesalahan penamaan tumbuhan di UI di web anakui.com.  Artikel itu kebetulan dibuat sama temen gw juga, anak biologi.  Pak Ismail berharap kritik dan saran mengenai lingkungan hidup di UI bisa langsung disampaikan ke beliau, supaya bisa langsung diobrolin dan segera ditindak lanjuti.
Informasi yang kami dapet dari pertemuan itu antara lain.. penamaan tumbuhan di UI ternyata hasil dari kerjasama pihak PLK dengan institusi luar (udah ada MOU nya).  Pihak PLK sendiri ngga nyangka penamaan nya bakal salah, karena institusi luar yang bekerja sama dengan PLK tersebut cukup kompeten di bidangnya.  Makanya pak Ismail terbuka banget sama kritik dan saran yang kami sampaikan ke beliau.  Surat terbuka yang kami berikan, akan beliau sampaikan ke atasan nya untuk sesegera mungkin ditindak lanjuti juga disampaikan ke institusi luar tersebut.  Sampai sekarang penggantian papan nama tumbuhan UI yang salah belum dapat segera diselesaikan, karena masih dalam proses perancangan.  Dalam arti, masih diperhitungkan kemungkinan papan nama tumbuhan UI diganti sesuai dengan format yang telah digunakan di lingkungan MIPA UI (biar ada keseragaman, gitu..) dan lain-lain deh penyebabnya.  Sampai saat ini kami masih nunggu kabar selanjutnya tentang perbaikan papan nama tersebut.  Tapi tenang aja, pak Ismail janji bakal memperbaiki kesalahan penamaan tumbuhan itu kok..
Selain ngomongin penamaan tumbuhan di UI, pak Ismail juga cerita2 tentang apa aja tugas dan fungsi dari PLK.  PLK itu tugasnya menyangkut lingkungan hidup di UI dan keamanan lingkungan UI.  Terus.. beliau juga ngasih tau website yang berisi daftar tumbuhan di UI.  Coba deh cek green.ui.ac.id/diversity.  Itu yang bikin anak teknik, kalo ngga salah jurusan sistem infomasi.  Setelah gw liat web nya, si pembuat web cuma ngambil atau menyantumkan tumbuhan-tumbuhan yang udah ada herbariumnya.  Dia dapet herbariumnya dari Laboratorium Taksonomi Tumbuhan Biologi UI.  Artinya, itu baru sebagian kecil (banget) dari keanekaragaman flora yang ada di kawasan Kampus UI Depok.
Nah, tadi sore (5 mei 2011), gw, ririn (wakil ketua OMPT Canopy), dan teguh (perwakilan divisi diklat) ketemu lagi sama pak Ismail.  Pak Ismail banyak cerita tentang program lingkungan hidup di UI, contoh: peremajaan pohon, penanaman pohon, dll.  Biar ada bayangan, kerjaan PLK di bidang Lingkungan Hidup itu mencakup pemeliharaan, inventarisasi, dan monitoring kondisi tanaman yang ada di UI.  Kami juga dikenalin sama Mas Agung, gw lupa jabatannya apa, pokoknya dia yang bertanggung jawab sama hutan kota dan tanaman2 di UI deh.  Mas Agung itu lulusan Kehutanan IPB, jadi jago lah tentang perhutanan dan pengelolaannya.  Pak Ismail dan Mas Agung cerita tentang asal bibit-bibit pohon yang di tanem di UI, rencana-rencana ke depan, dll.  Beberapa tanaman di UI mungkin akan segera ditebang dan bakal diganti sama tanaman2 Indonesia lho.. contoh: Nyamplung, Jambu Ju, Mahoni, dll.
Kami juga dikasih tau, zonasi hutan UI.  Hutan UI terdiri dari 4 bagian, zona wales Barat, Wales Timur, Zona vegal, dan Zona Pemanfaatan.  Sekarang ini di zona Wales Barat udah ada blok Meranti HItam, Meranti Merah, dan Meranti Kuning, juga ada berbagai macam tumbuhan khas Indonesia bagian Barat (Wales Barat).  Keanekaragaman pohon di Zona Wales Timur udah pernah didata oleh kak Ansyari Maruzi (Bio 2004).  UI juga punya lahan pertanian dan lokasi persemaian pohon buat aklimatisasi tumbuhan sebelum di tanam di kawasan UI.  Minggu besok, kami diajak jalan-jalan buat liat lokasi persemaian sama lahan pertanian.
Buat ke depannya, Insya Allah OMPT Canopy bakal bantuin PLK untuk mendapat salinan hasil peneliitian keanekaragaman di UI, misal: nama-nama flora yang udah diinventarisasi.  Karena hasil penelitian tersebut bisa disatuin untuk di web, dll.  Sayang kan kalo skripsi kakak2 kita cuma jadi konsumsi anak Biologi doang.. minimal ini bisa bermanfaat juga buat UI dan bisa mendukung pengelolaan lingkungan hidup UI yang lebih baik.  Juga OMPT Canopy dan PLK akan koordinasi terus tentang program lingkungan hidup di UI.  Diharapkan OMPT Canopy bisa kasih masukan yang membangun untuk lingkungan hidup di UI niiih, misal: lokasi tanaman yang perlu diremajakan, dll.
Ayoo semangat para Biolog muda FMIPA UI!! Terutama Canopers!! Mari-mari kita banyak belajar, terutama tentang Keanekaragaman Makhluk Hidup yang ada di Indonesia..  ditunggu banget nih buat berkontribusi aktiif! Dimulai dari kampus tercinta ini.. Universitas Indonesia.

NB: buat temen2 yang mau bantu2in, bisa sms gw langsung yah.. thx banget temans!!
akhirnya punya twitter.
Padahal mikir takut keranjingan dan ganggu belajar.
Tadi malem berubah pikiran cuma karena si mas saranin bikin twitter. Dia bilang supaya lebih cepet update berita dan biar 6403L kayak anak muda jaman sekarang. Hahaa
labil banget deh gw.

Sudalah,
yang penting

follow me @duniadiny
yeah!
#gaul mode