belajar mendongeng

, , No Comments
halo kawan-kawan! Beberapa minggu lalu saya ikut workshop mendongeng yang dibuat oleh kak @aiodongeng dan kawan-kawannya. Acaranya di perpustakaan pusat UI, seru banget deh! Ini saya bikin resume nya, siapa tau ada kawan-kawan yang pengen belajar juga..

*

Ada dua cara mendongeng, yaitu mendongeng dengan teks dan mendongeng tanpa teks. Dua cara tersebut punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.


Mendongeng dengan teks. Ini cara yang lebih mudah terutama untuk pemula. Ngga pakai ‘mikir’ yang susah-susah, cerita udah ada, narasi udah ada, tinggal dibaca aja. Dan lagi, di buku cerita sudah ada tanda baca, jadi cara membacanya pasti lebih mudah. Misal tanda titik, koma, seru, tanya, kaget, menunggu, dan lain-lain sudah dibantu oleh tanda baca, kita tinggal mengikuti tanda baca itu aja. Keuntungan lain dari mendongeng dengan teks adalah kosa kata di buku cerita lebih banyak, jadi anak akan lebih banyak mendengar dan belajar banyak kosa kata baru.

Mendongeng tanpa teks. Mendongeng tanpa teks bisa pakai atau tidak pakai properti. Keuntungannya, kita bisa olah cerita itu sesuai dengan kebutuhan. Satu cerita bisa dibuat 3 menit, 5 menit, 30 menit, atau bahkan 1 jam.


Persiapan mendongeng

Pilih cerita. 
  • pilihlah cerita yang kita suka! Yup! Kalau kita suka cerita itu, pasti lebih seru mendongengnya.. 
  • stop mikir tentang pesan moral dan semacamnya dalam cerita. Setiap cerita tentunya punya nilai moral yang tidak harus tertulis jelas atau bahkan dibacakan secara langsung (to the point). Misal habis cerita kita langsung nanya “jadi kamu harus gimana?” “pesan cerita ini, blablaablaa..”. Cukup cukup. Anak-anak itu pintar dan mereka punya imajinasi sendiri, dan bilang secara langsung tentang pesan moral atau nasehat hanya akan merusak imajinasi mereka. Itu bikin mereka ngga nyaman dan kalau sudah ngga nyaman, mereka jadi ngga suka. 
  • Sesuaikan tema dengan usia dan gender. Perempuan: fairytales (SD), romantis (SMP), inspiring, mellow dramatic (SMA). Laki-laki: petualangan (SD), detektif (SMP), cerita yang ada jagoannya, inspiring (SMA). Usia pra-sekolah dan TK cocok cerita fabel, personifikasi, dan kehidupan sehari-hari. Di atas usia SMA, bisa cerita apa saja. 
Baca baca baca. Baca secara keseluruhan jalan cerita yang sudah kita pilih. Tau dan memahami cerita bisa membantu kita dalam mendongengkan cerita tersebut ke anak-anak.

Bedah cerita. Untuk mendongeng serius yang di depan banyak anak-anak, kita perlu membedah cerita. Misalnya, ada tokoh apa aja, masing-masing karakternya kayak apa, dia ngapain aja dalam cerita ini, alur cerita nya gimana, dan semacamnya.

Latihan pernapasan. Ini penting untuk temen-temen yang mau mendongeng serius, di depan banyak anak-anak atau penonton. Pernapasan yang bagus adalah pernapasan yang lewat perut (pernapasan perut). Tekniknya sama dengan dengan latihan pernapasan teater atau menyanyi.

Just do it!

*

"Kekuatan dari mendongeng adalah NARASI. Narasi ini dari diri kita sendiri, bukan akting, itu yang akan menjadi ciri khas setiap pendongeng. Selain itu, perubahan tiba-tiba menjadi tokoh yang ada di cerita, itu hal yang dinikmati penonton."
- Kak Aio 

*

Beberapa Tips Mendongeng

Untuk anak-anak pra-sekolah atau TK, mendongeng harus diawali dengan perkenalan. Bikin anak-anak itu nyaman dulu dengan kita. Senyam senyum dulu.. Kenalan.. Biarkan mereka menyerap dan beradaptasi dengan kita. Bisa diawali dengan menyanyi bersama, atau tebak-tebakan. Sesuaikan lagu nya dengan lagu yang mereka tau. Selain itu, sesuaikan bahasa dengan karakter anak-anak itu. Misal, kalau mau mendongeng bareng anak jalanan, pakai "lo-gue" di awal pasti lebih bikin mereka merasa dekat dan kedekatan ketika mendongeng itu penting.

Kalau mendongeng buat anak-anak sih lebih seru kalau agak hiperbola agak heboh dikiiit hehe harus pakai semangat cerita nya! biar perhatian mereka tidak teralihkan.

Usahakan belakang kita tembok atau sesuatu yang konstan, jangan jendela atau pintu atau yang mudah gerak-gerak. Supaya konsentrasi anak-anak tidak mudah terpecah.

*

"Inti dari mendongeng adalah pengalaman bersama. Ngga harus pakai boneka-boneka, atau property heboh. Ngga harus teatrikal, lompat sana lompat sini. Ngga harus cerita yang susah susah. Tapi yang jelas, harus pakai cinta." 

*

itu aja resume dari saya, semoga bisa membantu kawan-kawan yang mau belajar juga. Mohon koreksi kalau ada yang salah.


Mari mendongeng!

0 comments:

Post a Comment