dekorasi pernikahan

dekorasi pernikahan

Juli 21, 2015
halo haloo..

Sudah hampir satu tahun saya menikah dengan kekasih hati, tapi baru sekarang nih bisa sempet cerita tentang dekorasi pernikahan kami. Sejujurnya.. seperti banyak calon pengantin lainnya, saya pun punya segudang harapan tentang dekorasi pernikahan kami, seperti yang pernah diceritakan di sini.

Namun ternyata tidak semua harapan kita bisa menjadi kenyataan. Banyak hal-hal yang akan menjadi kendala di persiapan pernikahan, dari mulai uang, keinginan pasangan, pendapat keluarga, waktu, dan sebagainya, yang tentunya membuat kita pusing tujuh keliling. Bahkan dari banyak cerita teman atau keluarga, ternyata ada juga lho calon pengantin yang akhirnya ngga jadi nikah gara-gara ribet dan berantem terus saat persiapan pernikahan. Padahal inti dari pernikahan kan bukan di pesta nya yaa.. tapi di akad nikah yang sakral itu dan hari-hari setelah pernikahan.



Kalau kami, dekorasi impian ngga bisa terwujud adalah karena dari sisi ketersediaan dana dan waktu. Ternyata, dekorasi pernikahan yang cantik-cantik di Instagram, Pinterest, situs-situs persiapan pernikahan, foto-foto dari fotografer terkenal, googling, dan sebagainya itu mahal-mahal! Tentunya mahal itu relatif yaa dan harga emang ngga bohong, tapi kalau bagi kami sih sayang banget kalau menghabiskan puluhan juta hanya untuk dekorasi, mendingan buat DP rumah.. Hehehe waktu untuk cari-cari bantuan bikin dekorasi DIY juga udah ngga ada, jadilah akhirnya kami memutuskan untuk pasrah aja, yang penting ada hiasannya, tetap cantik, dan rapi hehe.

Saya pakai dekorasi paketan dari Paramitha Catering. Waktu itu (2014) harga paketnya Rp 10,000,000 dengan fasilitas ini:

  • Dekorasi pelaminan
  • Pelaminan
  • Taman miniatur air mancur depan pelaminan
  • Pohon palem untuk background pelaminan
  • 4 standing flower di pelaminan
  • 6 standing flower di karpet jalan
  • 4 standing ranting & standing stock
  • Pagar ranting untuk background penerima tamu
  • Gazebo kristal untuk di pintu masuk

Bonus:

  • Tempat angpau
  • Tempat souvenir
  • Buku tamu 4 buah
  • Spidol 4 buah
  • Umbul-umbul + Janur
  • Standing foto 4 buah
  • Meja galeri
  • Dekorasi desert, buffet, & VIP
  • Ice carving & ice tray
  • Hiasan kain untuk "photo booth" sederhana

Alhamdulillah banget dapet banyak bonus dan untuk harga segitu sudah lumayan banget hasilnya tidak mengecewakan, rapi, dan cantik. Ini dia foto-foto dekorasinya..












Kalau buat saya, dekorasi dari Paramitha Catering ini paling baik dan rapi dibandingkan dengan catering lain sekelasnya, yang harganya ngga beda-beda jauh. Ada catering yang sedikit lebih murah, tapi standing flower nya lebih sedikit dan kurang rapi. Jadi kita perlu perhatikan juga dari paket katering, kita bisa dapet apa aja dan bagaimana penampilan mereka di pernikahan sebelumnya. Berdasarkan survey kami, untuk dekorasi setingkat di atas catering sekelas ini, harganya udah berbeda 10 juta lho.. Jadi pinter-pinternya kita aja menyesuaikan ketersediaan dana dengan harapan calon pengantin hehe

Oiya, untuk di Gedung PPSDM, Blok M, dekorasinya agak tricky nih, karena bentuk gedungnya memanjang bukan melebar. Nah kalau saya sih waktu itu siasatnya adalah meja makanan buffet yang satu dibuat memanjang, sedangkan yang satu lagi di ruang belakang bentuk bulat kecil, jangan sampai bagian belakang banyak ruang yang ngga terpakai gara-gara meja buffet nya menghabiskan tempat. Kemudian ruang VIP ada di sisi kanan pintu utama.

Beberapa pernikahan di PPSDM menaruh meja tamu di lantai 1, tapi kemarin saya meja tamunya tetap di depan pintu masuk, supaya penerima tamunya juga ngga kasihan di bawah susah ngambil makanan hehe. Selain itu di depan pintu masuk ruangannya, ada ruang kantor gitu yang ngga cantik kalau ngga ditutupin, kita bisa siasatin ini dengan pakai hiasan kain dan meja galeri atau juga bisa photo booth.

Secara teknis, beberapa hari sebelum pernikahan biasanya ada technical meeting dengan penanggung jawab vendor dekorasi. Saat itu, kita bisa minta dibuatkan lay out nya oleh mereka.

Oke deh, selamat berjuang yaa calon-calon pengantin!

Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah..



Ulasan: The Girl on the Train

Ulasan: The Girl on the Train

Mei 31, 2015
Life is not a paragraph and death is no parenthesis. - E.E. Cummings
Membaca sudah jadi kegiatan favorit saya sejak SD. Tetapi melihat beberapa tahun ke belakang, ternyata tidak banyak buku yang saya baca. Hehee.. Mungkin karena sibuk dengan hobi-hobi lainnya? Entahlah..

Di tahun 2015 ini, saya mencoba membaca lebih banyak, dan buku-buku yang saya baca tahun ini benar-benar membuat saya ketagihan!

Salah satunya adalah The Girl on the Train, novel karya Paula Hawkins. Buku ini sengaja saya baca karena telah masuk ke dalam daftar The New York Bestseller Fiction 2015, selama 13 minggu! Padahal buku bergenre thriller ini adalah karya pertama Paula Hawkins. Sebelumnya, dia berprofesi sebagai jurnalis belasan tahun.

Paula Hawkins (sumber gambar: www.express.co.uk)

The Girl on the Train bercerita tentang perempuan bernama Rachel Watson yang sama dengan jutaan orang lainnya di kota metropolitan, naik kereta setiap hari. Saat berkomuter, Rachel sangat senang memperhatikan orang-orang, kemudian membuat cerita sendiri di kepalanya. Ia terobsesi dengan suami istri yang tinggal di dekat jalur pemberhentian kereta, yang ia sebut dengan nama Jess dan Jason. Suatu hari, ia melihat berita tentang menghilangnya Jess, yang ternyata bernama Megan. Ia merasa perlu terlibat dalam investigasi pencarian Megan, menghubungi Jason, serta menemukan kenyataan-kenyataan yang tak terduga!

Novel yang terjual 2 juta kopi di Amerika hanya dalam waktu 4 bulan ini, diceritakan dengan gaya orang pertama, dari sudut pandang ketiga tokoh utama wanita. Rachel, seorang alkoholik, tidak memiliki pekerjaan, tidak stabil, kesepian, berjuang untuk move on dari mantan suaminya, si tokoh utama yang menjadi kunci dari cerita dan penasaran dengan cerita-cerita yang ia bangun sendiri di otaknya. Megan alias 'Jess', seorang mantan pekerja seni, istri dari Scott ('Jason'), memiliki masa lalu yang kompleks, tidak puas dengan suaminya yang posesif, dan belakangan ia berjuang mengatasi insomnianya dengan berobat ke psikiater. Anna, istri dari mantan suami Rachel, mencintai suami dan anaknya Evie dengan sepenuh hati, sangat bangga dengan kehidupan keluarga kecilnya yang bahagia, dan selalu cemburu juga terancam dengan keberadaan Rachel.

Awalnya saya merasa heran kenapa buku ini bisa masuk bestseller, karena sekitar 100 halaman pertama, ceritanya biasa-biasa saja. Gaya bahasa penulis juga termasuk sederhana dan mudah dibaca, tidak serumit Gone Girl yang dari awal ceritanya sudah menegangkan. Tetapi begitu masuk ke 100 halaman berikutnya, ceritanya benar-benar membuat saya penasaran, sulit untuk melepaskan buku ini! Dan yang paling seru adalah 100 halaman terakhir, karena konflik semakin kompleks dan membingungkan, juga akhir ceritanya tidak tertebak!

Buat saya, ada beberapa hal penting dalam cerita yang sangat menarik:

Tanggal
Terkadang saya harus kembali melihat, cerita di tanggal berapa kali ini? Karena ada dua keterangan waktu yang berbeda, Megan menceritakan kejadian beberapa bulan sebelum cerita dari sudut pandang Rachel dan Anna.

Tokoh alkoholik
Selain itu, bagian yang juga menarik adalah bagaimana penulis menggambarkan tokoh alkoholik, Rachel. Gara-gara menjadi alkoholok, ia ditinggal oleh suaminya (yang juga selingkuh) dan dipecat dari kantornya. Saya baru tau ternyata orang yang mabuk, bisa mengalami memory black out atau tidak ingat kejadian apapun yang terjadi saat ia mabuk.
It's less acceptable to drink on the train on Monday, unless you're drinking with company, which I am not. - Rachel
Kekerasan psikis dalam rumah tangga
Megan digambarkan memiliki suami yang sangat posesif, seringkali memeriksa komputer dan handphone istrinya, cemburu buta, dan sebagainya. Meskipun demikian, Megan tidak merasa perilaku suaminya itu sebagai bentuk kekerasan psikis lho.. Sepertinya banyak hubungan suami-istri yang seperti ini dan sang korban tidak merasa menjadi korban.
I am not a model wife. I can't be. No matter how much I love him, it won't be enough. - Megan
Keibuan dan kehadiran anak
Paula sempat menyinggung tentang bagaimana masyarakat yang masih menilai perempuan berdasarkan perannya sebagai ibu. Bagi masyarakat, kehadiran seorang anak ternyata sangat penting dalam hubungan pernikahan. Dari mulai Rachel yang sulit punya anak sampai stress dan akhirnya cerai, Anna yang digambarkan lebih bahagia karena memiliki anak dan suami, juga Megan yang ternyata sedang hamil padahal sebelumnya dia belum mau punya anak.
Let's be honest: women are still only really valued for two things - their looks and their role as mother. - Rachel
Menurut saya sebuah karya sastra sangat penting peka terhadap hal-hal yang benar terjadi di masyarakat, dan novel ini sangat banyak menangkap hal tersebut.

Perselingkuhan
Ini juga isu yang sangat sering terjadi di masyarakat dan menjadi pusat persoalan yang terjadi di novel ini. hehehe

Bali!
Saat Anna sedang diajak jalan-jalan oleh Tom, Tom menyebutkan Bali! Keren! Hahaa.. Yah minimal ada secuil dari Indonesia yang ikutan terkenal di novel itu yaa.. hihihi

Oiya, banyak orang bilang The Girl on the Train, adalah the next Gone Girl. Emang banyak ternyata persamaannya!
  1. Genre thriller
  2. Cerita tentang istri yang hilang
  3. Sang suami dicurigai menjadi pelaku
  4. Sang istri yang hilang, ternyata hamil
  5. Perempuan yang rada stress atau aneh
  6. Melibatkan 2 detektif, perempuan dan laki-laki
  7. Kejadian kehilangan ini banyak diliput oleh majalah, walau dengan intensitas berbeda
  8. Dibuat filmnya! Lisensi untuk membuat film The Girl on the Train sudah dipegang oleh Dreamworks, tapi ngga tau sih kapan akan keluar filmnya.
***

Oke dehh, demikian ulasan novel yang cukup panjang kali inii.. Semoga bermanfaat yaa

    kencan buta dengan buku

    kencan buta dengan buku

    Mei 14, 2015
    Bagaimana rasanya membeli sepaket buku yang kita tidak tau isinya buku apa saja dan siapa yang menulisnya? Barangkali rasanya sama seperti kencan buta. Hanya tau sedikit tentang si dia, belum pernah berjumpa, tapi kita setuju menemuinya. Seperti itulah LitBox.

    LitBox adalah sebuah start-up di bidang literasi yang mengusung konsep kencan buta dengan buku. Bentuk bisnis literasi yang pertama kali di Indonesia.

    Setiap dua bulan sekali, sang pemilik LitBox yang juga adalah penulis buku terkenal, Ika Natassa, akan mengkurasi 4-5 buku fiksi lalu menawarkan beberapa paket buku tersebut kepada calon pembeli. Apa judul buku yang ia pilih, tentunya tidak ia beri tahukan kepada calon pembeli (namanya juga kencan buta hehe). Ia hanya akan memberikan beberapa petunjuk kecil tentang isi buku dan penulisnya, lalu membiarkan para calon pembeli menebak-nebak apa judulnya.

    Paket LitBox yang dibungkus dengan apik

    Ada tiga macam paket buku LitBox, yang pertama Brewed, terdiri dari beberapa buku bahasa Indonesia, kemudian Blended, buku berbahasa Indonesia dan Inggris, dan terakhir paket campuran Brewed dan Blended.

    Saya sudah berlangganan website LitBox semenjak paket LitBox pertama dijual. Tapi saya belum berani membelinya, karena dalam banyak hal, saya hanya bisa suka sama sesuatu yang sudah saya kenali dengan baik. Kencan buta dengan buku? hmm.. berani ngga ya..

    Sampai akhirnya, petunjuk kali ini benar-benar bikin penasaran..

    Blended LitBox: 1 fiction in English written by a foreign author and 1 fiction in Bahasa Indonesia written by an Indonesian author. The imported book in this LitBox is definitely the best fiction I've read in the last decade, written by a now-famous female writer. I bought the first edition hardcover a while back and I gotta tell you, I just couldn't put it down from the moment I opened the first page, I literally spent a whole day reading it cover-to-cover and cursing 'fuck' half a dozen times every time I came across a truly shocking scene. Telling you the synopsis will reveal the title, so take my word for it, it is THE BEST fiction you'll ever read this year. Here's a little hint: the Academy Award nominated movie is definitely as good as the book, and it is also the best adaptation I've seen in a while. The Indonesian fiction in this edition of Blended LitBox is the great comeback of one of the most prolific male writer in this era, a story about a young woman's journey to discover love. What I particularly love about this book is how the writer himself has evolved a lot from his last works, this book is written so beautifully that you just cannot skip a sentence without having it lingers in your mind for a while.

    Saya terpincut. Mari kita coba kencan buta ini!

    paket Blended LitBox edisi ketujuh

    Paket buku saya datang sekitar dua bulan kemudian. Lama? Ya! Karena saya beli paket Blended. Salah satu bukunya buku impor dan pengirimannya sedikit terlambat. Menurut saya sih, buat teman-teman yang kurang suka menunggu, perlu pertimbangan lebih banyak untuk beli paket Blended.

    Oiya, menurut saya, ini beberapa keuntungan membeli LitBox..

    Ngga pakai bingung memilih buku
    Kadang kita sering ke toko buku, kemudian bingung mau pilih yang mana, saking banyak yang mau beli. Nah dengan membeli LitBox, kita bisa menyerahkan sepenuhnya kepada kurator untuk memilihkan kita buku yang bagus. Tentunya, kita perlu lihat-lihat juga, apakah sang kurator seleranya sama dengan kita.

    Lebih mudah dan murah
    Ngga pakai kena macet ke toko buku atau malah belanja di luar budget saat ke toko buku. Beli via online, tinggal tunggu di rumah deh! Dan katanya harganya biasanya lebih murah daripada beli langsung di toko buku. Mungkin karena LitBox bekerja sama dengan penerbit juga.

    Dapat tanda tangan penulis
    Untuk buku Bahasa Indonesia, LitBox akan mengusahakan agar kita bisa dapat tanda tangan penulis. Horray! Jarang-jarang kan bisa dapat tanda tangan penulis. Oiya, ini artinya, buku kita dibuka duluan sama LitBox, untuk ditempelkan stiker berisi tanda tangan penulis. Tapi setelah ditempel dengan stiker, plastiknya akan dipasang lagi kok.

    tanda tangan Andrei Aksana di buku Angin Bersayap

    Mencoba hal baru!
    Kadang juga kita meremehkan buku dari penulis yang belum kita kenal karyanya. Atau kalau cover dan sinopsis di belakang bukunya kurang menarik. Padahal ternyata ada banyak buku bagus di luar sana. Membeli LitBox bisa menjadi salah satu cara untuk mencoba melirik penulis-penulis yang barangkali belum pernah kita baca karyanya

    Menguntungkan semua pihak
    Selain pembaca, LitBox juga menawarkan pilihan menarik bagi penulis dan penerbit. LitBox menawarkan para penulis untuk mengikut sertakan dalam kurasi buku edisi LitBox berikutnya. Tentunya, ada proses filtrasi yang akan dilakukan oleh kurator, jadi hanya buku yang dinilai terbaik saja yang akan dimasukkan ke LitBox. Selain itu, juga ada untuk penerbit yang ingin karya yang mereka terbitkan dibantu promosi oleh LitBox. Menarik banget kan..

    Percobaan kencan pertama saya cukup sukses, saya suka buku-buku yang ada di dalamnya dan tidak menyesal membeli LitBox! Mau coba juga? Silakan berlangganan website mereka di sini, LitBox akan memberikan setiap ada informasi paket buku terbaru!




    Kamu pernah juga kah kencan buta dengan buku? Tertarik? Mau coba juga? Ceritain doong di kolom komentar :D

    Cheers,
    Diny







    rias dan busana pengantin: Sanggar Arabella

    rias dan busana pengantin: Sanggar Arabella

    April 27, 2015
    Hello, selamat malam,

    Saya mau cerita sedikit tentang rias dan busana di hari pernikahan saya dan Mirza. Sejak sebelum memutuskan untuk pakai katering Paramitha di pernikahan kami, saya dan si mas sudah googling tentang sanggar rias rekanan Paramitha. Dari hasil googling, kami merasa kurang sreg dengan sanggar rias yang ada dalam daftar rekanan. Bukan apa-apa, tapi karena saya ngga menemukan baju warna biru yang pas dengan selera saya. Sempat ke salah satu sanggar riasnya, tapi ngga ketemu juga baju yang cocok.

    Yaudah jadilah saya googling sanggar rias lain yang harganya ngga jauh beda. Dari hasil googling dan berkelana di berbagai blog persiapan pernikahan, bertemulah saya dengan Sanggar Arabella, punya mbak Welni Oktavia. Dia rekanan katering Amira. Menurut saya, riasannya pas, kreasi kerudungnya juga cantik-cantik banget. Akhirnya saya kontak mbak Welni dan datang ke sanggarnya.

    saya dan Mbak Welni yang jago bikin pengantin makin cantiik

    Saat datang ke sanggarnya, kami (saya dan si mas) disuguhi oleh album foto yang isinya foto-foto baju pernikahan. Bajunya cantik-cantik banget. Dan di antara kebaya yang dipajang, ada kebaya yang belum jadi berwarna biru. Warnanya cantik sekali! Sesuai dengan bayangan! Bawahannya belum jadi, tapi saya udah naksir berat. Selain kebaya biru yang menarik perhatian saya, ada juga kebaya merah muda dengan aksen hijau mint, yang keren banget dan akhirnya dipakai oleh Dita di pernikahannya (saya ngga kenal Dita sih, tapi waktu persiapan pernikahan sering banget baca blog dia hehe thank you Dita).

    Pokoknya menurut saya baju-baju nya Arabella cantik-cantik modern deh! Banyak pilihan! Kata Mbak Welni sih, dia selalu bikin baju baru setiap beberapa bulan, biar ngga bosen. Bahkan meskipun kita pakai baju lama, Mbak Welni akan menambahkan aksen baru dalam kebaya kita. Makanya bikin keliatan beda. Di baju resepsi saya misalnya, aksen pink di leher itu tempelan lho, tapi ngga keliatan kaan.. bikin cantik kaann... uhuuw

    Terus kalau kita mau bikin sama dia juga bisa, ada penjahitnya. Bisa bikin buat menjadi milik, bisa juga bikin untuk perdana, yang artinya kita bikin sesuai keinginan kita tetapi nanti bajunya bukan menjadi milik kita alias dikasih ke Arabella. Keuntungan baju perdana adalaah.. kita bisa pakai baju yang belum pernah dipakai pengantin sebelumnya, lebih murah, dan bisa sesuai dengan keinginan kita. Kalau soal harga, silakan tanya Mbak Welni langsung yaa..

    rias dan busana akad, juga orang tua pengantin


    Setelah mengambil keputusan untuk pakai Sanggar Arabella, kami menghubungi Mbak Shinta Paramitha dan katanya boleh kok kalau saya mau pakai Sanggar Arabella. Saya juga tanya ke Mbak Welni, dia bisa juga sama Paramitha, meskipun bukan rekanan. Dampak dari pakai sanggar di luar rekanan adalah.. harganya biasanya lebih mahal. Kemarin saya dapat lebih mahal 1 juta. Kalau harga rekanan di Paramitha kan 5 juta, harga paket Sanggar Arabella di Amira Katering juga 5 juta. Tapi karena ngga rekanan, akhirnya jadi 6 juta. Ngga papa sih.. Ngga terlalu banyak bedanya.

    Daan.. ini dia hasil riasan Mbak Welni dan tim nya yang koperatif, kece-kece, sopan, ramah dengan keluarga-keluarga.

    baju akad

    baju resepsi

    rias dan busana penerima tamu

    rias dan busana among tamu, sayang bajunya ada yang agak kebesaran

    lagi dirias setelah sah dinikahin Mirza

    Kalau buat saya, Sanggar Arabella terbaik lah di kelasnya. Relatif murah (setengah harga dari sanggar rias terkenal), tapi riasannya bagus. Baju juga bagus-bagus. Orangnya enak diajak ngobrol, blak blak an, on-time, dan megang janji. Selain itu kalau ada keinginan-keinginan khusus dari kita juga tinggal dikomunikasikan aja. Saya puas banget!

    Semoga sukses terus sanggar Arabella!

    Cheers!
    Diny

    cara membuat doily

    cara membuat doily

    April 25, 2015
    Hai hai, seperti cerita sebelumnya, berkreasi dengan doily ternyata seru juga lho!

    doily dari kertas majalah
    Cara membuat doily mudah sekali, sila ikuti panduan yang saya buat berikut ini

    doily diy tutorial (kanan ke kiri)
    1. Lipat kertas menjadi dua bagian
    2. Lipat kembali, hingga menjadi persegi
    3. Lipat sisi kanan ke arah kiri dan sisi kiri ke arah kanan
    4. Gunting melengkung
    5. Gunting sisi kanan dan kiri dengan pola yang kita suka
    6. Gunting sudut, untuk membuat bulatan di tengah
    7. Buka semua lipatan
    8. Jadi deh!
    Agar berbentuk rata dan tidak terlihat lipatan, selipkan doily yang sudah kita buat ke dalam buku tebal lalu diamkan beberapa saat.

    Doily bisa langsung ditempel ke kado yang sudah kita bungkus! 


    Dengan melipat-lipat asal dan mencoba menggunting-guntingnya, jadilah doily lainnya seperti ini..



    doily menggunakan kertas majalah bekas
    Kalau teman-teman punya pembolong kertas, kita juga bisa menggunakannya untuk membuat pola dalam lipatan doily kita. Sayang nya saya belum punya pembolong kertas.

    Selamat berkreasi!

    DIY Wrapping Gifts for the twins!

    DIY Wrapping Gifts for the twins!

    April 25, 2015
    "Saling memberi hadiahlah kalian niscaya kalian saling mencintai.” (HR. Al Bukhari).

    Halo April!

    Bulan yang paling ku suka karena di bulan ini, 24 tahun yang lalu, saya lahir! Hore!

    Di bulan ini juga, adik-adik ipar saya berulang tahun, sama-sama yang ke 24. Adik-adik ipar saya ini kembar, perempuan, keduanya cantik dan manis. Dulu saya susah sekali membedakan mereka. Saya hanya bisa membedakan mereka dari tai lalat setitik di dekat hidung Lala. Artinya, harus ada dalam jarak yang cukup dekat untuk bisa mencari keberadaan tai lalat setitik itu. Kalau ada, artinya itu Lala, kalau ngga ada artinya itu Nana. Hahaha sulit yaa.

    Pertama kali kenal mereka, tentunya di tempat yang sama dengan tempat pertama kali saya ketemu si mas, yaitu di Mabit NF. Di sana, kami ngga begitu dekat, karena mereka di kelas IPS dan saya kelas IPA. Tapi setahun setelah kami masuk kuliah - yang kemudian saya berpacaran dengan si mas -, saya mengajar les privat adik mereka yang paling kecil, nama panggilannya Pipie. Tentunya gara-gara saya mengajar di rumah si mas, dan sering ketemu adik-adiknya, jadilah akhirnya saya bisa menemukan perbedaan-perbedaan lainnya (ngga cuma tai lalat). Hore!

    Sekarang sih udah jago, saya udah bisa membedakan mereka dari suara, bahkan dari belakang (tanpa lihat mukanya), keren kan! haha Kalau lagi di luar rumah, mereka lebih mudah lagi dibedakan, karena Nana pakai kerudung dan Lala ngga. Jadi gampang banget deh. hehe

    Naah, ngomong-ngomong soal mereka, pekan lalu saya memberikan mereka kado ulang tahun. Kadonya sih sederhana banget, tapi kali ini saya mulai belajar cara membungkus kado yang manis, unik, dan ada perintilan Do It Yourself (DIY) nya. Berbekal googling sana sini, akhirnya, jadilah bungkus kado ala ala seperti ini..

    Kado untuk si kembar
    Cara membungkus kado DIY ini mudah sekali, untuk bungkus pertama, saya pakai amplop cokelat ukuran sedang. Lalu amplop itu dijadikan kertas kado untuk membungkus.

    Kemudian untuk hiasan, saya pakai kertas HVS berwarna yang dihias dengan doiley dan origami. Doiley adalah ornamen kertas yang biasanya berbentuk bulat, dihiasi pola-pola berlubang bulat. Doiley biasa dipakai sebagai tatakan gelas, vas, makanan, dipakai dalam buket bunga, dan sebagainya. Tapi kali ini, saya memakainya untuk hiasan bungkus kado. Oleh karena saya ngga punya doiley yang sudah jadi, maka saya membuat sendiri doiley tersebut. Cara nya mudah sekali lho.

    DIY doiley untuk menghias kado
    Selain doiley, saya juga menghiasnya dengan origami berbentuk pita. Mudah, sederhana, dan cantik.

    hiasan origami pita

    Untuk kartu ucapannya, saya juga buat dari kertas, dipotong-potong sedikit, lalu ditulisi. Jadi deh.

    kartu ucapan untuk Lala
    kartu ucapan untuk Nana















    Semoga mereka suka dengan kado dan bungkusnya yaa.

    Selamat berakhir pekan!

    dekorasi pernikahan impian: Do It Yourself

    dekorasi pernikahan impian: Do It Yourself

    April 11, 2015
    Salah satu cita-cita yang ngga kesampaian di acara pernikahan adalah dari sisi dekorasi. Saya pengen banget dekorasi pernikahan saya DIY ala ala, yang lebih banyak dekorasi dari kertasnya dan bunganya walau sedikit tapi maksimal.

    Pelaminannya pakai dekorasi kertas kayak ginii.. uwuwuwww~ Kertas yang belakang itu, bikinnya relatif mudah lho, coba klik link di sumber gambar, atau bisa juga lihat model paper flower, tutorialnya ada di LivingLoving.

    (sumber gambar)
    Dekorasi tempat makanan, di dominasi pita, kain bermotif, brukat cantik, lolipop warna warnii~

    (sumber gambar)
    Photo booth pakai rumbai-rumbai kertas, ada tutorialnya juga nih, sila cek link di bawah gambar. Atau bisa juga rumbai kertasnya berbentuk origami burung atau pesawat. So cuute...

    (sumber gambar)
    Kalau bukan kertas, ya tentu saja, kesukaan saya yang lainnya: kupu-kupu!

    Kupu-kupunya bisa dibuat menjadi hand bouquet macam di bawah inii, cantik banget kaaan..

    (sumber gambar)
     Atau menjadi hiasan meja, warna-warni pakai kupu-kupu plastik. Lovely..

    Hiasan meja, daripada kain kain diuwel-uwel, mendingan kupu-kupu kaan (sumber gambar)
    Nah, kalau tadi contoh-contohnya dekorasi pernikahan di luar negeri, ternyata di Indonesia sendiri, ada juga contoh DIY wedding yang keren banget!

    Ini dia contohnyaa..

    pelaminannya cantik banget kaan, ini lokasinya di panti werdha lho (sumber gambar).
    Pintu masuk dari kertas warna-warniiii <3 <3 <3 ini lokasinya di Kebun Raya Bogor lho..
    (sumber gambar)

    Kemudian buku tamunya pakai cap jempol macam beginiii.. Kalau temen-temen mau pakai model beginian, bisa download di sini ada printable nya. Sayangnyaa ngga disetujui sama calon suami dan panitia pakai cap jempol kayak gini, karena tamu kami banyak orang tua yang rempong dan ngga bakal mau ngecap-ngecap gini. hiks hiks hiks..

    Cap jempol! (sumber gambar)

    Tapi yang namanya mimpi sama kenyataan, ya beda yah. Ada beberapa hal yang perlu dipikirkan kalau mau dekorasi pernikahan dengan tema DIY.

    Tempat pernikahan
    Dekorasi pernikahan dengan tema DIY seperti ini paling cocok dipakai untuk pesta pernikahan di tempat yang tidak terlalu besar, misalnya pernikahan di rumah atau taman. Kalau tempatnya outdoor, bagian yang perlu di dekorasi lebih menyebar dan banyak. Kalau di gedung, juga musti pinter-pinter merencanakan pakai dekorasi DIY seperti apa. Nah, kemarin saya nikahan di gedung, indoor, dan udah ada karpetnya.

    Waktu
    Waktu yang tersedia untuk dekorasi, sangat berkaitan dengan pemilihan tempat. Pernikahan di rumah, bisa H-1 hari kita sudah mulai dekorasi, waktunya cukup panjang. Tapi bila pernikahannya di gedung, biasanya kita hanya punya waktu sekitar 6 jam (mulai dari tengah malam) untuk dekorasi gedung. Kita harus bisa pastikan bahwa semua barang dekorasi (pompom kertas, kain, origami, atau yang lainnya) hanya tinggal diletakkan, jadi kita sudah mencicil buat dekorasi DIY nya dari jauh-jauh hari.

    Siapa yang kerjain?
    Kalau saya ngerjain sendiri, akan ribet dan bakal mempengaruhi mood hari H. Belom tentu hasilnya seperti yang saya bayangkan. Temen? Bisa sih, tapi siapa aja yang bisa punya waktu banyak dan luang, saya ngga yakin juga ada yang bisa meluangkan waktu demikian banyak untuk dekorasi tempat di H-1 sampai begadang-begadang. Vendor rekanan catering? Vendor rekanan catering saya ngga ada yang biasa ngerjain dekorasi yang ngga umum seperti DIY ini.

    Biaya
    Biaya yang dikeluarkan untuk dekorasi sangat berkaitan dengan poin di atas, siapa yang kerjain. Kalau temen sendiri dan dikerjain ramai-ramai, tentunya akan jauh lebih murah. Tetapi kalau mau dikerjakan vendor pernikahan, biasanya harganya jauh lebih mahal daripada dekorasi pernikahan standar. Kenapa? Karena mereka biasanya harus beli barang-barang baru (yang sesuai untuk dekorasi DIY). Sekarang ini sudah banyak sih pilihan vendor yang bisa mengerjakan dekorasi pernikahan DIY, yang saya tau contohnya adalah Azka Anggun Art tapi mahal (tergantung standar mahal kita sih). Atau bisa juga kita tanya ke crafter-crafter keren Indonesia, seperti Dreamesh, Kitty, mbak Nike + Miranti dari LivingLoving, atau mbak Ria, mungkin mereka bisa membantu mewudkan pernikahan DIY impian kita.

    Jumlah tamu dan konsep pernikahan
    Dekorasi DIY menurut saya sangat cocok untuk pesta pernikahan sederhana dengan tamu tidak lebih dari 500 orang. Pesta kecil yang hangat dan pengantin bisa keliling ngga cuma diem aja di pelaminan. Kalau pestanya besar, bisa juga sih tapi dekorasinya musti yang besar-besar juga.

    ***

    Berdasarkan pertimbangan dari poin-poin di atas, akhirnya saya dan Mirza memutuskan untuk ngga bisa pakai dekorasi DIY di pernikahan kami.

    Saya akhirnya pakai dekorasi standar pernikahan di Jakarta, seperti taplak meja dirempel-rempel, kain dibuat bervolum, bunga di sudut yang ini dan itu, pelaminan gebyok, karpet merah, dan sebagainya. Hehe soalnya ngga pakai ribet, tinggal pilih warna sama bentuk. Juga ngga pakai mahal, karena sudah paketan sama cateringnya.

    Sedih sih, tapi ya mau gimana lagi. Lagian yang penting kan nikahnya, bukan pestanya. Hehe

    Buat temen-temen yang masih optimis mau pakai dekorasi DIY, sila berselancar di link sumber gambar yang saya cantumkan di atas dan buka blog-blog crafter. Ada link tutorialnya juga lho..

    Semoga bermanfaat!

    membuat origami bintang

    membuat origami bintang

    Maret 22, 2015
    Selamat siang!

    Semoga akhir pekan kamu kali ini menarik. Akhir pekan saya sangat menyenangkan! Kemarin teman-teman suami berkunjung ke rumah, sedangkan hari ini saya sedikit berkreasi dengan kertas origami dan pergi jalan-jalan bareng adik dan ibu.




    Cerita sedikit tentang origami, saya membuat origami berbentuk bintang. Kita bisa menggunakannya untuk dekorasi rumah lho. Caranya mudah sekali, ini dia panduannya

    1. Lipat kertas arah diagonal, buka
    2. Lipat sisi sudut menuju garis lipatan di tengah, hingga menjadi bentuk layang-layang
    3. Lipat sudut kecil layang-layang tersebut menuju garis lipatan di tengah



    4. Lipat sudut panjang (atas) layang-layang ke arah sudut samping kanan bawah, buka, lakukan kembali untuk sisi kiri



    5. Balik kertas
    6. Lipat sudut bawah ke samping kiri atas sesuai dengan garis lipatan sebelumnya. 
    7. Lipat sisi kanan ke arah belakang



    8. Dorong lipatan depan (kiri) ke arah kanan
    9. Ulangi hingga 8 buah
    10. Masukkan sudut pendek ke dalam sudut panjang, lakukan hingga berbentuk bintang



    Jadi deh!




    Selamat berkreasi!
    xoxo

    Seri Resep untuk Pemula

    Seri Resep untuk Pemula

    Maret 15, 2015
    Halo halo!

    Seperti cerita sebelumnya, saya baru bisa memasak pasca menikah. Kalau saya lihat dari lingkaran pertemanan, ternyata banyak juga yang kasusnya seperti itu. Oleh karena itu, saya terpikir untuk membagikan resep-resep yang sudah saya coba. Masakan yang saya buat, tentunya adalah masakan mudah untuk pemula dan relatif cepat.



    Semoga bermanfaat!


    Saya Pasca-Menikah

    Saya Pasca-Menikah

    Februari 22, 2015
    Hai hai halo!

    Wah semenjak menulis tentang persiapan pernikahan, ternyata blog saya makin ramai pengunjung lho.. Hore! Alhamdulillah kalau bisa bermanfaat yaa.. Semangat semangat calon manten! Semoga lancar dan sukses acaranya..

    Ngomong-ngomong, bulan ini saya sudah 6 bulan menikah. Kata orang, bulan-bulan awal ini semuanya rasa surga, senang teruus, rasanya dunia cuma milik berdua, ngga ada berantem-berantem. Ternyataa..... bener juga sih! Dunia terasa lebih indah, lebih menarik, dan menantang. hahahaa! Sampai sekarang juga masih gitu kok! Senang sekali rasanya, ketika bangun pagi, yang pertama kali dilihat adalah orang yang paling kita sayang, juga sebelum tidur, dia bisa dipandangi sepuasnya.
    Uwuwuwuwuu~

    dimulainya hidup baru

    Saya jadi teringat salah satu kalimat yang banyak diucapkan tetamu saat hari pernikahan kami..
    Selamat menempuh hidup baru..
    daan, benar sekali! Pernikahan adalah dimulainya hidup kami yang baru. Hidup saya yang baru, hidup Mirza yang baru. Di bulan-bulan pertama pernikahan, saya agak-agak syok dengan semua perubahan dan tantangan yang datang bertubi-tubi. Sehingga muncul lah postingan saya yang ini. Banyak sekali ternyata espektasi-espektasi dari berbagai sisi, pun dari diri saya sendiri. Oleh karena itu, saya menganjurkan teman-teman yang sedang mempersiapkan pernikahan, untuk bukan hanya sibuk dengan persiapan hari akad dan resepsi, tapi juga hari-hari berikutnya, hari-hari yang bisa sangat berbeda dari kehidupan kita sebelumnya!

    Enam bulan ini, ada beberapa perubahan besar yang terjadi dalam diri saya, misalnya..

    Saya bisa masak!
    Hore! Sebenarnya, bapak dan ibu saya sangat jago memasak, sampai teman-teman yang pernah main ke rumah pasti ketagihan makan masakan mereka. Sayangnya sampai hari pernikahan, saya hampir ngga pernah masak. Tiga bulan sebelum menikah, saya sempat mau belajar masak sama bapak, tapi akhirnya cuma jadi wacana. Kalau belajar sama Ibu, pasti Ibu ujung-ujungnya Ibu males, karena saya kebanyakan nanya dan bakal berantakin dapurnya beliau.

    Saat saya minta ajarin masak, Ibu selalu bilang,
    "nanti juga kalau sudah menikah akan bisa sendiri, Ibu juga dulu ngga bisa masak waktu nikah"
    Dan kenyataannya adalah.. 1 bulan pertama, saya nge-Path ini

    saking ngga pernah masak enak hihihi
    Masakan saya rasanya amburadul. Masak nasi aja ngga sukses, kadang kelembekan atau kekeringan (akhirnya minta ajarin Mirza). Masak lauk kadang keasinan, ngga ada rasanya, aneh, macem-macem lah! Untung Mirza ngga protes, cuma senyum-senyum aja sedikit, dan dia ngasih tips tips pun juga ngajarin apa yang bisa diajarin. Saya juga sering telepon Ibu untuk nanya resep atau nanya urusan dapur lainnya. Eh tapi yang namanya masak itu ternyata keahlian, alias kalau dilatih setiap hari dan mau belajar yaa bakal bisa. Bener! Sekarang saya masak setiap hari lho! Kata Mirza dan beberapa teman, masakan saya udah enak, yaa walau ngga seenak masakan Ibu-Bapak sih. :D Alhamdulillah. Kapan-kapan saya bagikan resep makanan yang super mudah, cocok untuk pemasak pemula kayak saya ;)

    Sekarang sudah bisa masak enak macam ini wuhuuw!

    Saya mematikan lampu kamar mandi!
    Ini sepele banget ya keliatannya, tapi lumayan lhoo.. Sebagai 'anak lingkungan' pasti udah ngeh dari lama lah ya, hemat energi itu penting. Namun demikian sedari dulu saya ngga punya kebiasaan mematikan lampu kamar mandi di rumah, nyelonong aja lewat tanpa inget ada lampu yang harus dimatiin hehe sedangkan Mirza punya kebiasaan ini, dan dia agak gatel gitu kalau saya ngga matiin lampu kamar mandi. Sebulan pertama pernikahan kami, hampir tiap hari saya diingetin untuk matiin lampu kamar mandi kalau sudah ngga digunakan. Akhirnya sekarang sudah jadi kebiasaan baru deh. Hore!

    Saya mencuci piring kotor!
    Hahahahaa! ya dulu sebelum nikah saya ngga pernah mau cuci piring kotor, apalagi alat-alat masak yang habis dipakai. iih, males banget. Tangan saya alergi sabun cuci piring, serius! Jadi kering-kering dan gatal-perih gitu. Males kaan? (udah, iya in aja.. ahahahaa). Tapi habis nikah, ngga jadi anak manja lagi doong, uhuyy, udah bisa cuci piring sekaraang!Bahkan, sekarang ini, hampir setiap hari saya cuci piring, habis masak dan makan langsung cuci piring! Keren banget kan? Horee Diny si anak pintar! :D
    Cuci piringnya pakai sarung tangan, biar ngga rusak tangannya

    Saya bawa kunci rumah tanpa menghilangkannya!
    Semenjak SMA, saya mulai dipercaya untuk membawa duplikat kunci rumah, untuk jaga-jaga kalau di rumah ngga ada orang, saat saya sudah pulang sekolah. Tetapi kenyataannya, saya paling sering menghilangkan barang, apalagi kunci rumah yang ukurannya cuma secuil. Berkali-kali dikasih, berkali-kali pula saya hilangkan dan jangka waktu antar kunci maksimal 3 bulan! Sampai akhirnya, Bapak-Ibu kapok, saya ngga dikasih kunci rumah lagi.

    Namun demikian, its so yesterday! Dari sebelum menikah, saya udah bilang persoalan ini sama Mirza, tapi dia kekeuh pokoknya saya HARUS bisa jaga kunci rumah dan tanggung jawab sama kunci itu. Harus. Titik. Tanpa alasan apapun...... Yah udah deh, mau bagaimana lagi, belom apa-apa udah dikasih ultimatum. Jadi saya bener-bener jagain banget kunci itu, dalam sehari bisa kali saya ngecek keberadaan kunci rumah sampai tiga kali. Dan sampai sekarang, berhasiiill! Dalam 6 bulan, kunci rumah masih aman! Hore! Rekor nih! Semoga sampai selamanya ngga menghilangkan kunci rumah lagi. Aamiin!

    Saya bisa nyapu dan ngepel!
    Walaupun ngga setiap hari banget nyapu-ngepel, tapi minimal saya melakukannya lhooo.. Beneran! Eh tapi kalau beres-beres rumah sampai rapi serapi mbak ART yang beresin rumah, belom bisa. hehe Standar rumah/kamar rapi saya sangat rendah soalnya. Lalala~ no comment. ;)

    Saya lebih sering di rumah!
    Dulu sebelum nikah, hampir setiap akhir pekan saya pergi. Main sama si ini, si itu, ke acara ini, itu. Rasanya kalau cuma di rumah aja, pikiran jadi uring uringan! Tapi sekarang, rumah jadi terasa lebih menyenangkan, saya lebih menikmati santai di rumah! Ada yang bisa diajak ngobrol macem-macem, becanda, atau sekadar tidur-tidur cantik sih. Keluar rumah buat main sih masih ada waktunya, biasanya cuma satu hari aja, misalnya hanya hari Minggu, atau Sabtu. Atau satu-dua kali main setelah pulang kerja.

    ***

    Jadiii.. Gimana ceritanya anak manja yang ngga bisa semua pekerjaan rumah tangga ini dipercaya orang tuanya untuk membina rumah tangga? Ngga tau ;)

    Mungkin karena orang tua saya selalu mengajarkan untuk harus siap menerima konsekuensi apapun dari keputusan yang saya ambil. Seperti keputusan menikah ini misalnya. Mereka tau bahwa saya tau, diri saya ini belum bisa berbagai macam teknis menjadi ibu-rumah-tangga, tapi nekad mau nikah. Yaudah, salah saya sendiri ngga belajar dari dulu-dulu, jadi baru kelimpungan habis nikah kaann. Tau rasa kamu din! :D Tapi ternyata, akhirnya alhamdulillah bisa juga nih, dengan berbagai proses adaptasi ini itu, diajarin Mirza ini itu. hihihi.

    Untungnya jugaa, Mirza orangnya mau bantu urusan rumah tangga. Jauh dari sebelum menikah, dia udah tau saya agak slebor kalau urusan rumah tangga, sedangkan dia udah bisa semua. Karena udah tau dari awal, akhirnya dia melatih saya dikit dikit supaya bisa ini itu dan bisa mandiri. Dia juga bukan tipe lelaki yang serba minta dilayanin, jadi ya pokoknya saling bantu dan memperbaiki diri aja deh. Semoga makin lama, makin banyak hal-hal positif yang menjadi kebiasaan baru yaa.. Aamiin!

    Dia juga memasak di akhir pekan
    ***

    Hidup itu seru! Selamat berjuang untuk apapun yang sedang teman-teman kerjakan!

    Cari Blog Ini

    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *