essay untuk K2N

, , No Comments

Pulau Liran

            Pulau Liran adalah salah satu pulau dari pulau-pulau yang dimiliki provinsi Maluku, tepatnya masuk ke dalam Kabupaten Maluku Barat Daya.  Pulau tersebut secara astronomis berada pada 8° 3′ 50″ Lintang Selatan dan 125° 44′ 0″ Bujur Timur.  Secara geografis berada di barat daya pulau Wetar, tepatnya di selat Wetar berbatasan langsung dengan Timor Leste.
            Pulau Liran hanya berjarak kurang lebih 13 km dari pulau Atauro, salah satu pulau milik Timor Leste.  Hal tersebut menyebabkan banyak penduduk Pulau Liran yang berinteraksi dengan penduduk di kota Atauro.  Hasil-hasil bumi dari pulau Liran pun banyak yang dijual ke Atauro.  Bahkan ada penduduk setempat yang menikah dengan penduduk pulau Atauro, begitu pula sebaliknya.  Selain itu, banyak pula penduduk Pulau Liran yang berasal dari Pulau Atairo.
Kedekatan jarak Pulau Liran dan Pulau Atauro menyebabkan Pulau Liran menjadi salah satu fokus KODAM XVI/Pattimura saat ini.  Satu peleton prajurit TNI Angkatan Laut berjaga di pulau tersebut untuk menertibkan kasus pencurian ikan, illegal oil, dan pelintas batas.  Wilayah tersebut menjadi sangat penting juga karena di antara Pulau Atauro dan Pulau Liran terdapat Alur Pelayaran Wetar, yaitu perbatasan yang dilalui oleh nelayan lokal dan jalur internasional dari Jawa dan Singapur menuju pantai timur Australia.
Pulau Liran pernah dikunjungi oleh Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara pada tanggal 26 November 2009 selama kurang lebih 3 hari.  Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara adalah sebuah kelompok yang digagas Wanadri untuk melakukan ekspedisi ke 92 pulau terluar di Indonesia.  Berdasarkan laporan perjalanan yang mereka lakukan, penduduk Pulau Liran tersebar di tiga desa, yaitu Ustutun, Manoha, dan Ushbishera.  Tim tersebut telah melakukan pendataan geologi, flora, dan fauna di Pulau Liran juga pendataan ekonomi dan budaya di desa terakhir sebelum pulau terdepan.  Data tersebut akan dibukukan dan dipublikasi oleh tim tersebut.  Selai itu, tim tersebut telah memasang prasasti di Tanjung Masing, salah satu wilayah di Pulau Liran.
             Badan Pertahanan Nasional Republik Indonesia akan melakukan  pengadaan barang/jasa direktorat wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, perbatasan dan wilayah Tertentu BPN RI.  Salah satu daerah yang akan diberikan adalah Pulau Liran.  Hingga tanggal 3 Maret 2011, program tersebut sudah mencapai tahap prakualifikasi dalam pendataan pulau
 Pulau Wetar, Pulau Liran, Pulau Kisar, Pulau Leti, Pulau Meatimarang, dan Pulau Masela Provinsi Maluku.
Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari blog mahasiswa yang mengikuti kegiatan K2N tahun 2010, pada tahun lalu sebenarnya panitia K2N merencanakan untuk melakukan kegiatan di pulau Liran.  Namun hal tersebut belum berhasil dilakukan karena cuaca tidak memungkinkan.  Tim yang tadinya akan ke Pulau Liran dialihkan ke pulau Rote.


dari berbagai sumber.

0 comments:

Post a Comment