Ulang tahun di Flagstaff, Arizona, US. (Photo by Shafia)
Dua puluh tujuh tahun bukan waktu yang sebentar untuk belajar menjadi manusia. Waktu yang cukup untuk menjadi dewasa dan bertanggung jawab. Apakah saya sudah menjadi manusia yang cukup baik di umur 27 ini? Entahlah.

Orang bilang dua puluh tujuh tahun itu umur yang menyeramkan. Banyak orang-orang terkenal yang meninggal di umur ini. The 27 Club katanya. Kebanyakan karena over dosis atau bunuh diri. Serem ya.

Di umur 27, harusnya saya sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas apapun yang mau saya lakukan dalam kehidupan. Entah sudah siap dan bisa atau belum.

Tahun lalu di umur 26 sangat banyak hal besar yang terjadi dalam kehidupan saya.

Saya akhirnya mendapat beasiswa kuliah pasca-sarjana. Tinggal jauh dari keluarga. Menjalani mimpi yang selama ini hanya berada di angan-angan. Tinggal jauh dari zona nyaman yang tentu merubah segalanya.

Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya belajar menggantungkan hidup pada diri sendiri. Sebagai anak super manja di rumah, tentu ini bukan halnya mudah buat saya. Saya banyak melihat dan belajar dari perempuan-perempuan tangguh di sini. Ternyata, hanya karena kamu perempuan, bukan berarti kamu bisa manja. Ternyata, hidup dengan diri sendiri tanpa bergantung pada orang lain itu bisa dilakukan.

Di tahun ini pula, untuk pertama kalinya saya patah hati. Patah sepatah-patahnya. Untuk pertama kalinya saya tidak percaya cinta. It's all bullshit, too painful, and pointless. Love is over-rated. 

Oleh karena itu, saya juga belajar kalau ternyata kita ini harus cukup dengan diri sendiri. Selama ini saya terlalu emotionally needy yang butuh orang lain atau seseorang untuk merasa cukup. Dan ketika betapapun yang sudah dilakukan ternyata belum cukup, rasanya sedih sekali. Saya harusnya cukup tanpa butuh pengakuan dari orang lain. Cukup dengan diri sendiri. Tapi itu gimana sih ya caranya. Saya juga ga tau. Harus belajar. Dan saya rasa menjadi cukup dengan diri sendiri itu butuh waktu. Ngga bisa tiba-tiba siap aja gitu. Sabar.

Makanya, di umur 27, saya mau melatih diri saya sendiri untuk lebih tangguh dalam bergantung pada diri sendiri. Saya mau bisa cukup sama diri sendiri, hidup dengan diri sendiri, bisa menyetir, bisa berenang, solo traveling, dan belajar bertanggung jawab.

Saya yakin, setiap orang punya prosesnya masing-masing. Kita ngga berhak untuk menghakimi proses orang lain. Kita juga ngga berhak menghakimi diri sendiri hanya karena punya proses berbeda dengan orang lain. Sibuklah sama proses diri sendiri. Menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.

***

Selamat ulang tahun ke 27, Diny. People change, things go wrong, shit happend, but life goes on. Terima kasih sudah menjadi kamu. 
Senja di Flagstaff

Suatu sore beberapa hari yang lalu, saya jalan-jalan ke danau dekat rumah. Teman saya memancing, saya nontonin awan-awan, bebek, dan pohon yang melambai-lambai. Sepanjang sore itu, lagu Young Dumb Broke -nya Khalid selalu diputar berkali-kali. Sampai nempel di kepala dan bikin saya muak.

Lalu tadi sore, saya jalan sendirian menuju halte bus. Lagu itu tiba-tiba kembali melintas di pikiran saya. Saya jadi kepikiran, enak juga ya waktu masanya young, dumb, and broke. Masih muda, walau ngga punya uang tapi bisa senang-senang menikmati hidup. Bebas berekspresi tanpa pretensi. Hidup pada momennya. Betapa pun jahatnya hidup, selalu ada cinta yang akan diberikan.
I can not give you everything, you know I wish I could
I'm so high at the moment
I'm so caught up in this
Yeah, we're just young, dumb and broke
But we still got love to give
Yaa.. Itu lagu cocoknya untuk anak-anak remaja, bukan lagi untuk perempuan muda hampir 30 tahunan kayak saya ini. Kalau udah seumur saya ini harusnya udah mikirin yang riil ya. Tabungan, cicilan rumah, biaya kehidupan buat enam bulan ke depan, investasi ini itu, dan segala macam hal-hal yang harusnya dipikirkan orang dewasa.

Namun, di sinilah saya, masih berasa young, dumb, broke high school kids.

Bukannya tegar dan kuat layaknya orang dewasa menjalani hidup, malah dikit-dikit menangis atau mengeluh kalau ada kesulitan atau kendala. Terlalu bodoh untuk menyelesaikan masalah-masalah orang dewasa yang tak ada habisnya. Bukannya menabung untuk kehidupan masa depan, malah keseringan main sama teman-teman atau makan di restoran enak. Young dumb broke high school kids.

Gimana rasanya sih jadi orang dewasa?

Segalanya logistik dihitung, tapi hati kosong. Apa enaknya hidup tanpa penuh rasa. Segalanya dihitung, diukur, direncanakan, tanpa memberikan ruang untuk bersenang-senang. Tidak ada spontanitas dan keluwesan saat jalankan hidup. Apa enaknya hidup penuh perhitungan, lalu marah ketika kenyataan tak sejalan dengan harapan?

Barangkali ini fase dimana saya sadar bahwa saya masih menyangkal kalau sudah saatnya menjadi dewasa. Di umur segini, masih mau senang-senang aja. Orang bilang, telat ah. Udah tua masih bocah. Tapi rasanya lelah sekali ya kalau harus hidup dengan standar orang lain hanya untuk membuat orang lain senang. Ketika semua dijalankan dengan apa adanya diri tanpa harus pretensi, kok jadi luwes sekali ya hidup. Yaa, mungkin proses kedewasaan setiap orang itu berbeda-beda dan ngga bisa dipaksakan. Ya ngga sih?

Ngga tau ah.. Pusing mikirin hidup, mari kita dansa!
Minggu lalu saya datang ke acara kumpul-kumpul anak kampus. Acaranya diadakan di rumah teman sekelas saya. Sebenarnya saya malas banget datang. Saya habis belanja sampai 4 jam dan pegel banget kakinya. Teman sekamar saya dan teman-teman Indonesia lainnya juga pada malas ikut. Masalahnya, panitianya teman baik saya di lab dan dia udah semangat banget ngurusin acara ini. Saya jadi ngga enak kalau ngga dateng. Ditambah lagi sudah janji mau bawa makanan, chips and dips, menu wajib party nya orang sini.

Yaudah lah, saya mutusin untuk datang (kalau ada yang bisa jemput). Saya sms temen, minta dijemput. Eeh dia bisa jemput. Alahmdulillah deh, saya ngga usah kedinginan nunggu bis di halte yang gelap. Tema party kali ini disco party. Saya ngga punya baju disko. Akhirnya saya pakai aja satu-satunya baju warna mencolok, dress bali warna kuning motif bunga-bunga pink. Dikombinasi dengan kerudung warna shocking pink dan syal kuning punya teman sekamar. Ngga tau deh itu disko apa ngga. Hahaha bodo deh ya yang penting usaha dan dateng.

Satu jam kemudian, teman saya jemput. Kami pergi lah menuju lokasi party. Sebelum ke sana, temen saya yang kalau akhir pekan pasti minum alkohol itu, mau beli alkohol dulu. Jadilah kami pergi ke toko alkohol, dia beli minuman, saya liat-liat tokonya. Ternyata minuman alkohol itu banyak banget ya jenisnya. Saya baru tau. Hahaha! Sudahlah dia selesai beli alkohol, kami jemput satu temen lagi. Habis itu beli alkohol lagi. Ginilah kalau akhir pekan. Maunya pada minum alkohol katanya biar loose gitu habis pusing seminggu kerja keras.

Kalau saya kan kerjanya ga keras-keras banget ya, jadi ngga minum minuman keras tetep bisa survive. Hahaha apaan sih. Sudah selesai beli alkohol, kami meluncur ke rumah kawan yang jadi lokasi party.

Nah di sinilah masalahnya terjadi. Saya ngga kepikiran kalau si pemilik rumah punya anjing, dua, gede-gede lagi. Terus teman yang lain juga ada yang bawa anjing satu, gede juga. Jengjeng. Saya langsung parno dong. Ternyata saya segitu takutnya sama anjing. Sebenernya sih anjing di sini tuh pada bisa bersikap ya. Baik-baik, ramah (?), ngga galak, dan gemes lucu gitu. Cuma entah kenapa saya takut banget gitu sama anjing. Untung temen saya pada pengertian banget, jadi anjingnya ditaruh di luar.

design by Freepik
Saya jadi ngga enak banget sama yang punya rumah. Pengennya tuh pestanya bisa buat manusia dan anjing gitu. Gara-gara saya takut sama anjing jadinya anjingnya ga ikutan pesta deh. Huuft. Saya pun ditanya kenapa takut anjing. Yang ada dipikiran saya, karena kalo dijilat kan mesti dibersihin pakai pasir dan rempong banget. Jadinya males aja kalau dijilat.

Setelah saya pikir-pikir lagi, kayaknya alasan utamanya bukan itu ya. Kalau takut dijilat aja kan bisa menghindari bagian mulutnya aja. Tapi saya setakut itu. Mana anjingnya saking ramahnya kan dia maunya kenalan sama tamu yaa. Cium-cium kaki. Halo-halo in. Sedangkan saya ketakutan, ngumpet di balik badan teman. Panik sendiri, malu-maluin. Hahaha.

Pulang dari party, saya masih kepikiran kenapa saya takut anjing. Kalau di Indonesia kan jarang ketemu, jadi ngga berasa takutnya. Di sini dimana-mana orang bawa anjing. Terus temen-temen di sini heran, kenapa kok bisa ada orang ngga suka sama anjing. Anjing kan lucu baik, setia kawan gitu. 

Kayaknya ini semua berawal dari dikejar-kejar anjing galak waktu masih SD. Waktu ngajar juga sering banget ketemu anjing galak yang berkeliaran di jalan. Gonggong agresif sambil marah gitu. Kan aing takut digigit ya. Hahahaha

Yah gimana dong yah yang namanya udah takut dulu jadinya gitu. Jadi pengen belajar ngga takut anjing deh. Gimana ya caranya hahaha

Demikian sekelumit permasalahan receh saya di sini. Sampai ketemu di cerita selanjutnya! 😅
Beberes barang untuk dibawa kuliah di luar negeri memang suka bikin galau. Rasanya segalanya mau dibawa. Padahal kapasitas yang bisa dibawa sangat terbatas.

Sebelum mulai berkemas, sebaiknya kamu periksa ulang ukuran koper dan jumlah koper yang bisa kamu bawa ke negara tujuan. Cek juga barang-barang lain seperti makanan, benda cair, dan segala macam peraturan di penerbangan.

Ini daftar yang saya pakai saat beberes barang kuliah di Amerika. Bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhanmu juga.
Designed by Freepik
Barang di tas kabin
Tas koper/backpack dan satu tas kecil tempat taruh dokumen penting, hp, charger, dan dompet.
  • Dompet
  • Uang tunai sesuai dengan mata uang negara tujuan
  • Dokumen penting (passport, visa, jadwal perjalanan, tiket pesawat, boarding pass, dll)
  • Alat tulis
  • Buku bahan bacaan
  • Tisu basah
  • Tisu kering
  • Camilan (permen/cokelat)
  • Perlengkapan mandi (travel size)
  • Jaket
  • Barang elektronik (HP, laptop, power bank)
  • Charger
Pakaian
Kalau kamu datang ke negara tujuan di musim panas, ngga perlu bawa terlalu banyak baju musim dingin. Baju-baju musim dingin bisa beli di negara tujuan. Lebih mudah dan banyak pilihan. Namun, setidaknya siapkan satu set baju dalam thermal untuk pekan awal saat masih adaptasi udara dingin. Pilih baju sehari-hari yang sangat kamu suka. Ngga usah terlalu banyak karena kamu bisa beli di negara tujuan.

  • Kaos
  • Kemeja/Baju kuliah
  • Jeans/celana kuliah (3)
  • Rok
  • Baju olahraga (1)
  • Kebaya/Batik
  • Baju formal (1)
  • Baju tidur
  • Kerudung (yang tidak mudah lecek)
  • Sweaters (1)
  • Jaket
  • Kaos dalam thermal (1)
  • Legging thermal (1)
  • Sepatu olahraga (1)
  • Sepatu kampus (1)
  • Sepatu resmi (1)
  • Sandal jepit (1)
  • Sandal pergi (1)
  • Tas backpack (1)
  • Tas pergi (1)
  • Fold able goodies bags 
  • Baju renang
  • Kaos kaki minimal (6)
  • Kaos kaki wool (1)
  • Ikat pinggang (1)
  • Topi
  • Kacamata cadangan

Daleman
Bawa dalam jumlah yang banyak dan cukup untuk kira-kira 1,5 minggu.


  • Celana dalam (untuk 2 pekan)
  • Bra (untuk wanita)
  • Kaos dalam atau tank top
  • Ciput (kalau pakai kerudung)
  • Kaus kaki (6 pasang)
Perlengkapan ibadah
Disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Kalau saya bawa barang di bawah ini:
  • Mukena (2-3 set)
  • Sajadah tipis (2)
  • Al-quran kecil
Perlengkapan mandi
Perlengkapan mandi dimasukkan ke satu travel pouch yang mudah diambil dari koper/backpack kabin. Kita mungkin butuh ini saat transit menunggu penerbangan berikutnya. Semua perlengkapan mandi sebaiknya bawa ukuran kecil saja. Terutama kalau kamu akan pergi ke negara empat musim. Beli di negara tujuan akan lebih baik karena akan lebih sesuai dengan iklim di sana.
  • Sabun
  • Sampo
  • Sabun muka
  • Sikat gigi
  • Odol
  • Pelembab wajah
  • Deodoran
  • Handuk kecil
  • Travel pouch
  • Pembalut
Elektronik
Kamu bisa aja beli peralatan elektronik di negara tujuan, tapi setidaknya bawalah satu handphone untuk jaga-jaga keadaan emergency. Simpan di tas/koper yang dibawa ke kabin, supaya lebih aman dan mudah dikeluarkan saat di bandara.
  • Colokan universal
  • Charger (hp, laptop, kamera)
  • Power bank
  • Handphone 
  • Laptop
  • Kamera
  • Hard disk
  • USB
  • Headset
Bumbu instan
Penting untuk mengobati rasa rindu masakan Indonesia. Bumbu ini juga bisa digunakan kalau kamu mengundang teman-teman dari negara lain untuk cobain masakan Indonesia. Ringkas, bisa dimasak cepat, dan tetap enak.
  • Royco
  • Bumbu instan merek Bamboo (sebanyak-banyaknya!) 
  • Bumbu pecel instan
  • Bon cabe
  • Indomie (ngga usah banyak-banyak, kemungkinan besar bisa beli di toko Asia)
  • Terasi (kalau suka sambal)
Obat-obatan
Kita ngga pernah tau akan sakit kapan. Seenggaknya kita mesti bawa obat wajib P3K praktis. Buat jaga-jaga kalau sakit di bulan-bulan awal dan masih belum tau cara beli obat, udah lemes duluan, atau malas ke apotek. Menurut saya obat yang wajib dibawa:
  • Minyak tawon
  • Tolak angin (yang banyak!!)
  • Panadol merah, hijau, biru
  • Hansaplas
  • Betadine
  • Vitamin C
Tambahan:
Kamu mungkin akan punya preferensi sendiri sesuai dengan sakit yang biasanya kamu derita dan obat favorit kamu, misalnya:
  • Minyak kayu putih
  • Obat maag
  • Obat asma
  • Koyo
***
Semoga membantu dan selamat berkemas!
Sepulang dari dokter mata yang mendiagnosa saya kena Albasio Retina, saya lunglai. Deg-degan. Bingung mau ngapain. Di satu sisi ngga berani googling sendiri, di sisi lain penasaran. Saya ngga berani baca kenyataan yang ada. Akhirnya saya hanya bisa kabari suami. Dan sepertinya suami langsung googling sendiri lalu ikutan degdegan. Dia bilang, 'hmm.. kok serem banget. Kamu cepetan pulang ya.'

Makin deg-degan dong yaa.. Emang segitu seramnya apa?

Baca juga: Dokter bilang saya ablasio retina

Sesampainya di rumah, suami langsung memeluk saya. Saya pun memberanikan diri untuk googling tentang Ablasio Retina. Wah ternyata seram beneran. Ablasio retina itu adalah retinanya copot. Apaa?? Copot banget siss? Langsung saya bayangin retina itu ada di mana dan kenapa bisa copot.

Kira-kira bisa dilihat pada gambar di bawah ini. Retina itu bagian saraf mata yang adanya di bagian belakang mata. Lalu retina bisa copot ke bagian dalam seperti yang kelihatan di gambar di bawah. Kalau saya, retina yang copot ada di bagian pojok kanan mata kiri.
Image result for ablatio retinae
Sumber gambar : Mayo Clinic

Sejujurnya, saya ngga inget banget sih kapan si retina ini copot dan kapan mata saya berasa agak aneh. Jadi kalau ditanya penyebabnya, saya juga ngga yakin. Ada kemungkinan karena kejedot waktu di angkot, tapi saya ngga yakin juga. 

Hasil googling mengatakan bahwa, ablasio retina itu segitu parahnya sampai bisa membuat penderitanya buta permanen. Seram yaa. Saya akhirnya nangis juga. Takut. Gimana coba kalau buta permanen. Ngga bisa jadi peneliti lagi. Ngga bisa baca dongeng buat anak saya nanti. 

Beruntung sekali saat itu ada suami yang menenangkan saya. Kita berdua akhirnya segera cari dokter di RSCM Kirana atau JEC. Kata suami, cari dokter yang kira-kira dari pengalamannya keliatan pinter banget. Hehe. Pilihan dokter mengerucut pada dr. Elvioza. Beliau praktik di RSCM Kirana dan JEC, mengajar di UI dan bertanggung jawab untuk residen oftalmologi, direktur vitreoretina, dan pernah training tentang vitroretina dimana-mana. Dokter yang bisa menangani kasus ablasio retina memang harus dokter sub-spesialis vitreoretina. Kalau baca dari pengalamannya dr. Elviz sih keren banget ya kayaknya.

Besok paginya saya langsung buat janji sama dokter Elvioza di JEC. Hasil dari googling dan dikasih tau dokter di RS Bunda, saya sudah tau kalau jalan satu-satunya adalah operasi dengan biaya sekitar belasan juta. Saya sudah siap-siap mental. Beresin dan delegasikan pekerjaan-pekerjaan yang pasti harus saya tinggal selama 2 minggu. Cek ulang apakah asuransi masih bisa cover biaya operasi.

Saat pertama kali ketemu dengan dr. Elvioza, saya ditemani sama suami. Alhamdulillah Pak dokternya baik dan enak jelasinnya. Saya langsung cocok aja sama beliau. Dokter beri tau saya, karena ablasio retina nya sudah lama, jadi operasi pun tidak bisa memperbaiki 100%. Kemungkinan hanya 70%. Kalau ngga dioperasi, ya memang bisa berakhir dengan kebutaan permanen. Mau ngga mau operasi. Pasca operasi saya harus cuti 2 minggu, karena ada prosedur yang harus dijalankan.

Kami langsung menjadwalkan operasi dua hari kemudian. Kalau ngga salah saya pertama kali ke dr. Elviz hari Jumat, lalu operasi di jadwalkan hari Senin pagi jam 6. Operasi yang akan dijalani termasuk kategori operasi besar, yang melibatkan pembiusan total, bantuan pernapasan, dan prosedur yang kompleks. Saya berusaha stay cool, suami juga demikian. Ngga taunya kita sama-sama keliatan tenang karena merasa satu sama lain tenang. Padahal dua-duanya takut. Hahaha. 

Setelah ketemu dengan dr. Elviz, saya juga sudah bisa mulai persiapan operasi seperti rontgen, periksa darah, booking kamar rawat, dan lain-lain. Sayangnya saya ngga bisa operasi di JEC Menteng, karena waktu itu kamar operasinya masih di renovasi. Bisanya di JEC Kedoya. Yasudahlah. 

***
Bersama dia yang bikin saya berani menghadapi apapun, beberapa bulan setelah operasi pertama.
Pasca-operasi, wajah yang pertama kali saya lihat adalah wajah suami saya. Katanya saya kayak bajak laut, matanya ditutup sebelah. Hehe. Mata saya waktu itu belum berasa apa-apa karena masih dalam pembiusan. Beberapa jam kemudian baru deh berasa perih-perihnya. Ditambah lagi, saya harus ditetes obat 6 kali sehari. Kebayang kalau ada luka di tangan atau kulit terus dikasih obat aja rasanya udah sakit banget. Nah ini di mata. Perih cooy.

Pasca operasi saya harus tidur tengkurap, atau bagaimana pun kondisinya supaya kepala bisa menghadap ke bawah 180 derajat. Mau duduk juga boleh, asal kepala menghadap ke bawah. Itu adalah 2 minggu paling menyedihkan dalam hidup saya. Bayangin aja, 23 jam mesti nunduk ke bawah. Hanya bisa ngga menghadap ke bawah kalau mau sholat, mandi, dan makan. Malam ngga bisa tidur. Siang kebosanan ngga bisa ngapa-ngapain. Suami saya siapin audio book dan satu set perlengkapan menggambar, supaya saya ngga kebosanan. Tapi tetep aja. Pedih.

Seminggu dan dua minggu pasca operasi, kami ke dokter lagi untuk memastikan ngga terjadi infeksi atau komplikasi pasca operasi. Kata dokter, alhamdulillah operasi sukses dan retinanya beneran nempel dengan baik lagi. Memang tengkurap pasca operasi ini sangat esensial. Kalau ngga disiplin, percuma matanya dioperasi. Ngga sia-sia deh perjuangan dua minggu kelabu. 

Life is full of surprises!
Halo halo,

Beberapa minggu lalu saya diajak karyawisata sama dosen pembimbing. Katanya dia mau kasih lihat vegetasi di sini seperti apa dan penelitian-penelitian yang dilakukan di sini tuh kayak apa aja. Kami bertiga: saya, Pak Guru, dan Kat (rekan seperjuangan), pergi ke hutan pinus ponderosa bekas kebakaran. Lokasinya ngga jauh dari kampus, mungkin hanya sekitar 20 menit perjalanan.

Kebakaran memang sudah menjadi hal rutin yang dialami hutan di daerah Barat Daya (Southwest) Amerika . Dulu setiap 5 tahun sekali bisa terjadi kebakaran. Sampai akhirnya tahun 1910-an pemerintah membuat kebijakan untuk menekan laju kebakaran hutan. Ditambah lagi, mulai banyak pemukiman penduduk yang masuk ke kawasan hutan, sehingga kebakaran-kebakaran kecil berhasil dikurangi.

Ternyata eh ternyata, kebakaran yang dulu biasa terjadi selama 5-10 tahun sekali tuh punya dampak besar bagi ekosistem. Kebakaran bisa membersihkan tumbuhan tingkat bawah dan mencegah akumulasi bahan kebakaran di masa mendatang. Frekuensi kebakaran yang berhasil diturunkan oleh pemerintah, ternyata malah membuat kebakaran semakin parah. Karena ngga ada kebakaran kecil lagi, tumbuhan tingkat bawah bisa tumbuh subur dan menjadi bahan bakar yang sangat banyak buat kebakaran di masa mendatang. Jadilah kebakaran yang terjadi jauh lebih besar dan lebih parah dari kebakaran rutin yang dulu terjadi. 


Ini contoh bekas kebakaran yang saya kunjungi. Kebakaran besar terjadi di tahun 2015 dan membuat banyak pohon-pohon mati tak berbekas. Kini sudah kelihatan tumbuhan pionir seperti rerumputan, semak, dan tunas pohon pinus baru. Kalau kebakarannya besar dan sampai menghabiskan kanopi pohon biasanya disebut crown fire. Biasanya kebakaran crown fire tuh bisa bikin hutan tak bersisa. 





















Hutan di sini memang rentan sekali terjadi kebakaran, terutama di musim panas. Curah hujan yang rendah membuat udara, vegetasi, dan tanah menjadi kering dan mudah terbakar. Foto di atas terlihat ada tiga pohon besar yang terbakar puluhan tahun yang lalu. Pada saat itu, angin berhembus kencang sekali dari arah kiri ke kanan. Akhirnya semua pohon jatuhnya ke sisi kanan. Pohon yang sebesar itu pun akhirnya bisa diluluhkan juga oleh api dan angin. Beberapa puluh tahun kemudian, regenerasi pohon pinus yang lebih muda terlihat mulai bermunculan dan mendominasi kawasan.

Nah, gimana sih cara peneliti tau dulu bisa terjadi kebakaran 5-10 tahun sekali? Mereka pakai ilmu kehutanan yang namanya dendrokronologi. Dendrokronologi itu ilmu yang mempelajari lingkar tahun pada pohon dan digunakan untuk melihat kejadian historis di masa lampau. Dari potongan pohon yang sudah mati, kita bisa melihat luka karena kebakaran (fire scar). Terus si luka itu dihitung terjadinya tahun berapa. Seru banget ya ternyata dari lingkar tahun kita bisa melihat sejarah. Saya baru tau tentang beginian!

Kebetulan pembimbing saya, namanya Peter Fule dipanggilnya Pete, ahli di bidang ini. Jadi dia kalau lagi cerita tuh seru banget. Mana ternyata ilmu tentang lingkar tahun ini pertama kali ditemukan di Arizona. Bener-bener pas banget saya berada di pusatnya. Hahaha. Seru!! 


Pohon pinus yang selamat dari kebakaran, melanjutkan hidupnya sampai beratus-ratus tahun kemudian. Saya juga baru tau ternyata pohon pinus di sini walaupun ukurannya ngga terlalu besar tapi umurnya bisa sampai ratusan tahun. Pohon di atas ini misalnya, diameter sekitar 60 cm, kemungkinan umurnya 500 tahunan. Ciri-ciri pinus Ponderosa yang sudah tua bisa dilihat dari kulit kayunya yang berwarna kejinggaan, hanya sedikit warna cokelat-cokelatnya. Wangi kulit kayunya juga khas, seperti wangi vanila. Kita juga bisa lihat dahan bagian bawah banyak yang patah, akibat kebakaran yang pernah dia alami. Untung dia masih bisa melanjutkan hidup dan tumbuh besar ya.

Selain berkunjung ke hutan bekas kebakaran, saya juga berkunjung ke plot permanen tempat eksperimen managemen hutan. Kampus ku, Northern Arizona University (NAU) bekerja sama dengan USDA Forest Services untuk bikin plot permanen ini. Di lokasi yang saya kunjungi, mereka melakukan penelitian dinamika hutan terutama untuk mengurangi kebakaran hutan besar. Ada tiga plot di sini, pertama plot kontrol, kedua plot vegetasi yang sengaja dibikin kebakaran kecil (prescribed fire), dan plot ketiga yaitu tempat mereka melakukan pemangkasan pohon. 

Sebentar, gimana sih kok mencegah kebakaran tapi malah sengaja ngebakar?? Bingung saya! Ternyata mereka tuh sengaja bikin kebakaran permukaan (surface fire), supaya tumbuhan tingkat bawah (si bahan bakar kebakaran) bisa mati. Biar kalaupun ada kebakaran, ngga terlalu heboh atau besar banget gitu lho. Mereka juga melakukan pemangkasan pohon supaya pohon nya ngga terlalu padat. Ternyata kalau pohonnya terlalu padat juga bikin hutannya rentan kena kebakaran.


Kompleks banget masalah kebakaran di sini. Saya jadi inget di Indonesia, kan juga sering kebakaran ya.. Apa ada kebakaran yang emang bagus buat ekosistem di sana ya? Saya ngga tau. Sebelumnya saya belum pernah belajar tentang kebakaran di Indonesia, jadi belum tau banyak. Sejauh ini yang saya tau, kebanyakan kebakaran besar terjadi di hutan gambut karena apinya ada di bawah permukaan. Tapi kan ada juga masyarakat lokal yang melakukan prescribe fire pada ladang berpindah. Apakah ekosistemnya diuntungkan juga ya sama kebakaran itu? Saya ngga tau euuy. Semoga bisa belajar tentang ini ya tahun depan pas balik ke Indonesia.

Saya seneng banget diajak karyawisata privat sama Pak Guru. Bisa belajar langsung dari ahlinya dan dia nyempetin waktu gitu lho buat ngajarin mahasiswa bimbingannya. Kadang-kadang suka lucu, dia suka ngetes saya tau apa ngga dasar-dasar pengetahuan lapangan atau ekologi, atau apapun. Terus kalau saya ngga tau, ya seperti biasa, saya cengar cengir aja hahahaa. Duh maap Pak, saya ngga pinter-pinter amat hehe. Untungnya dia baik ya, bakal jelasin sejelas-jelasnya kalau saya ada yang ngga ngerti. Lain kali kalau mau diajak karyawisata, saya belajar dulu deh biar ngga malu-maluin hahaha.


Ini dia Pak Guru dan rekan seperjuangan. Semoga bisa belajar lebih banyak lagi di sini.

Salam hangat dari Flagstaff!
Dua minggu terakhir ini saya pindah ke kota yang benar-benar baru dan jauh dari rumah. Kota ini bernama Flagstaff. Tepatnya berada di bagian utara Arizona, Amerika Serikat. Arizona sendiri letaknya dekat dengan California, tepat di atas negara Meksiko.

Banyak sekali hal menarik baru yang saya temukan di sini!

Ini diaa ceritanyaa..

***

1. Kota Seribu Bintang
Pertama kali sampai di Bandara Flagstaff, saya dijemput oleh seorang kawan. Saat itu sudah malam, sekitar pukul sepuluh. Begitu keluar dari bandara saya melihat sekeliling, isinya pohon pinus. Lalu sambil berjalan saya lihat ke langit. Takjub! Waw! Banyak sekali bintangnya! Sudah lama sekali saya ngga lihat bintang berkilauan di langit.

Begitu liat ke atas, saya jadi nebak-nebak. Apa itu Milky Ways? Orion? Cantiknya langit jernih penuh bintang! Mengingatkan saya pada kenangan saat camping di Taman Nasional Bali Barat tahun lalu. Saat itu kami bahkan sempat melihat bintang jatuh. Memang kita semua tuh sebenarnya berada di bawah langit yang sama ya. Di rumah dan di sini. Masih sama-sama di bumi indah ciptaan yang Maha Kuasa.

Foto oleh : flagstaffdarkskies

2. Sangat gelap di malam hari
Kota Flagstaff ternyata merupakan lokasi pengamatan benda-benda langit. Sejak tahun 24 Oktober 2004, Flagstaff dinobatkan sebagai International Dark Sky City. Kota yang berkomitmen penuh agar dapat menjadi lokasi ideal preservasi dan restorasi langit gelap. Alias, mereka komitmen untuk mengurangi polusi cahaya.

Jarang sekali ada lampu jalan di jalan-jalan besar. Rumah-rumah tidak menghidupkan lampu luar. Ada sih beberapa yang hidupkan lampu, biasanya lampu yang ada di pintu masuk rumah. Selebihnya ngga ada. Kayak lampu di teras atau kebun mereka, jarang banget dikasih lampu. Blas, gelap.

Saya pernah kelewatan satu halte bus dan mesti jalan kaki cukup jauh ke rumah. Saat itu saya harus merasakan jalan di malam hari yang gelap gulita. Untungnya ada temen pulang bareng. Kalau ngga, mau jalan sambil nangis aja huhuhu (gak deng, ku anak pemberani). Untungnya lagi, handphone masih ada batrai, jadi bisa pakai senter HP untuk menerangi jalan yang sungguh gelap.

3. Berada di tengah hutan pinus pendrosa terbesar di dunia
Kota Flagstaff yang berada pada ketinggian sekitar 7,000 kaki, tepat berada di tengah hutan pinus ponderosa terbesar di dunia. Penyusun utama ekosistem hutan tentu saja sang pinus itu sendiri. Daunnya runcing, buah agak besar, dan tinggi pohon dapat menjulang kira-kira 10 - 15 meter. Kulit batang pohonnya berwarna putih pucat. Pohon ini dapat tumbuh pada ketinggian antara 6,000 - 8,000 kaki. Tepat di tengah-tengah hutan alpine (> 8,000 kaki) dan hutan monsoon (< 6,000 kaki).

Buat saya yang terbiasa di daerah tropis, bentuk vegetasi seperti ini sebenarnya terlihat unik. Tidak banyak jenis-jenis pohon yang bisa kita temukan. Malah di beberapa tempat benar-benar satu jenis saja. Jenis itu membentuk susunan pohon pinus yang tinggi menjulang. Mirip seperti di Hutan Pinus Imogiri, Magelang.

Hutan Pinus Ponderosa
4. Dekat dengan komunitas masyarakat asli Amerika
Kota Flagstaff sangat kaya akan sejarah masyarakat asli Amerika. Di dekat sini, masih ada warisan masyarakat asli yang masih menjunjung tinggi adat istiadat setempat. Tanah adat mereka melikupi hampir 50,000 km2 yang menjadi rumah bagi suku Navajo, Hopi, Havasupai, Kaibab-Paiute dan Hualapai.

Saya sendiri belum pernah berkunjung ke tanah adat mereka. Semoga suatu hari saya berkesempatan belajar tentang komunitas masyarakat ini.

5. Dekat dengan Grand Canyon dan Antelop Canyon

Foto oleh : Grand Canyon West
Foto oleh: Wikipedia

Mungkin kamu pernah lihat dua foto di atas ini. Dua tempat cantik ini ada di dekat Flagstaff. Hanya sekitar satu jam perjalanan. Flagstaff sendiri biasanya jadi tempat istirahat para turis yang ingin main kesana. Akankah ku berkesempatan main ke sanaaa? Oh hanya tuhan yang tau. Tapi, bantu di-aamiin-in dalem hati boleh dong, pliiss~~~

6. Tempat pengamatan Pluto
Di Flagstaff terdapat sebuah observatori astronomi yang bernama Lowell Observatory. Di tempat inilah seorang astronom, Clyde Tombaugh, pertama kali mengamati Pluto pada tahun 1930. Teleskop yang dipakai oleh Clyde Tombaugh juga masih ada dan dipakai lho! 
foto oleh : Lowell Observatory
7. Penuh petualang alam 
Saking berada di tengah lokasi outdoor yang sangat menarik. Banyak sekali orang-orang Flagstaff yang suka kegiatan outdoor. Kemah, naik gunung, kayak, panjat tebing, sepeda gunung, dan segala macem. Keluarga pemilik rumah yang saya tinggali, bisa pergi melakukan kegiatan outdoor dua mingu sekali. Mungkin karena didukung dengan lokasi yang sangat cantik kali ya.

Setiap orang yang nanyain saya hobinya apa, terus pasti dilanjutin sama pertanyaan "suka kegiatan outdoor apa ngga". Hampir setiap kali! Saya jadi kangen main sama anak-anak URaL 28. Baru tiga hari an di Flagstaff pun, sudah ada yang ngajakin main di kali!


8. Punya program daur ulang sampah
Kalau di Indonesia ada Bank Sampah, di sini ternyata juga ada sistem pengelolaan sampah-sampah yang bisa di daur ulang. Setiap hari jumat, di sini ada recycle waste day. Kita bisa buang sampah plastik, kertas, karton dan sebagainya yang ada di gambar ini. Mayan juga ya bisa mengurangi sampah.


9. Sepi
Beneran deh ini kota sepi banget. Mungkin saya kebiasaan tinggal di kota besar kali yaa.. Makanya di sini ngga pernah macet. Ya orang nya aja super dikit, cuma sekitar 70,000 orang. Siapa yang bikin macet yakaan. Hehe. Untuk kota se-sepi ini, infrastruktur udah lengkap banget. Ciri khas negara maju kali yah..

Saya tuh di sini rada bayangin kayak kota Malang. Dingin, rapi, dan banyak bunga (kalau musim panas). Bedanya masih rame-an kota Malang.

10. Northern Arizona University
Dua tahun ke depan saya akan banyak menghabiskan waktu di sini untuk belajar tentang kehutanan. Kampusnya bagus banget. Udah kayak di UI, komplek kampus dengan banyak ruang terbuka hijaunya gitu. Seru deh. Doakan saya yaaaaaa bisa survive dan melakukan yang terbaik di sini!



***

Sampai jumpa di cerita selanjutnya!
Kata orang, di Flagstaff itu hanya ada empat musim: winter-winter-winter-construction. Hahaha. Kebetulan saya datang pada musim konstruksi, dimana ada matahari di siang hari dan jarang hujan. Banyak banget konstruksi rumah, gedung, dan sebagainya di sini. Mumpung ngga ada salju kali yaa.

Sekarang siang hari di sini sekitar 23 - 26 derajat Celcius, rasanya kayak pakai AC kalau mau bobo di rumah. Hanya saja kadang anginnya yang bikin semriwing. Malam hari, bisa mencapai 9 - 10 derajat. Dingin banget ya Allah. Jadi kalau mau pulang malem, mesti banget siap sedia jaket biar ngga semriwing.

Bagian cantiknya dari musim panas di Kota Flagstaff, banyak sekali kebun yang penuh bunga-bunga cantik. Apalagi di kampus Northern Arizona University (NAU). Mereka pinter banget menyusun bebungaan sampai jadi taman yang cantik kayak gini. Berasa kayak di Malang kan yaaaa. Gemez.


Saya senang sekali dengan sambutan yang hangat ini. Bunga-bunga cantik itu rajin saya foto-fotoin. Terus saya pikir, sayang banget kalau cuma ada di galeri foto di handphone saya.

Akhirnya saya masukkan ke instagram khusus yang bernama Plants of Flagstaff. Saya buat akun instagram ini sebenarnya untuk diri sendiri, biar lihatnya lebih mudah, ngga kecampur sama foto-foto lainnya. Tapi mungkin ada orang lain yang juga suka dengan keindahan ini dan pengen tau juga nama spesies nya apa.





Saya juga ngga tau apakah sudah benar mengidentifikasinya atau belum. Bahkan banyak yang masih kosong, belum tau namanya apa. Biasanya saya identifikasi pakai buku Southwestern and Texas Wildflowers nya Niehaus, Ripper, dan Savage, pinjaman dari pembimbing.

Jikalau ada yang tau kalau saya salah ID, tolong kasih tau saya yaa!!

Terima kasih sudah mampir. Sampai jumpa di cerita selanjutnya.

Banyak orang yang ngga mau daftar ke universitas di Amerika karena ngga mau ikutan tes GRE. Termasuk di antaranya saya! Sebagai pencari beasiswa, saya ngga punya banyak pilihan selain coba semua peluang. Ngga disangka-sangka, peluang yang terbuka buat saya justru dari negara yang sejak dulu selalu saya hindari. Hahaha

Dulu sih tahun 2014, saya pernah niat belajar GRE. Saya pinjam buku GRE punya teman yang sudah mendapat beasiswa sekolah di US. Begitu pertama kali lihat isi bukunya, saya udah lemes duluan. Saya bahkan ngga tau itu arti kata-katanya apa. Dari 20-an halaman, palingan saya cuma tahu 2-3 pertanyaan. Sisanya, ngga tau artinya apa.

Buat yang belum tau, GRE ini ada tiga bagian, verbal, kuantitatif, dan writing. Bagian verbal bentuknya ada yang mencari sinonim kata sulit dan menjawab pertanyaan berdasarkan paragraf yang diberikan. Bagian kuantitatif, kayak matematika SMP - SMA. Soal matematikanya kurang lebih seperti matematika SMA di kelas IPS. Menurut saya sih ngga terlalu sulit, tapi karena bahasa-nya bahasa inggris. Jadi banyak istilah yang tidak biasa saya pakai. Terakhir bagian writing. Buat essay tentang pendapat atas masalah tertentu.

Saya ada beberapa tips yang mungkin bisa teman-teman pakai saat belajar GRE.

Saran pertama, telen aja gan! Emang GRE ini rada pelik, apalagi kalau Bahasa Inggris-nya pas pas an kayak saya. Ngga ada cara lain, selain belajar. Belajar dikit-dikit. Pusing sih. Tapi nanti pas sekolah bakal lebih berat lho beban belajarnya. Jadi anggep aja ini latihan belajar keras untuk mengerti hal yang sulit dimengerti.

Buku panduan
Cari buku panduan yang bagus. Banyak buku panduan yang enak, ringkas, dan relevan. Setiap buku tentunya ada kelebihan dan kekurangannya, jadi pilih aja yang kira-kira ulasannya sesuai dengan keinginan kamu. Saya sendiri, carinya buku pinjaman, jadi seadanya dan sedapetnya buku pinjaman. Kebetulan ada teman baik hati meminjamkan bukunya ke saya. Saya jadi bisa belajar dasar-dasarnya GRE.

Kalau mau beli, ada beberapa buku yang bisa kamu cari, di antaranya
  1. ETS official guide to GRE revised General Test and Official GRE Practice Questions
  2. Manhattan Prep GRE Set of 8 Strategy Guides
  3. Kaplan GRE Premier 2017
Ulasan lengkap tentang buku panduan, bisa kamu baca-baca di Magoosh atau Quora.

Pakai buku ini untuk belajar dasar-dasar soal kuantitatif dan verbal. Pelajari bentuk soalnya dan mulai ingat-ingat kembali cara mengerjakan soal matematikan jaman sekolah dulu.

Vocabulary Magoosh Flashcard
Magoosh bikin flashcard yang berisi tentang kata-kata populer di soal GRE. Saya sangat sangat terbantu dengan  flashcard ini. Karena sebelum saya mulai menghapal kata-kata di flashcard nya Magoosh, bener-bener blank ngga bisa isi jawaban. Baru setelah hapal, mulai ada kemajuan dalam mengisi jawaban. Seenggaknya bisa mengerti apa maksud soal. Kalau bisa, ditargetin aja. Misalnya kamu cuma punya waktu belajar 1 bulan, minimal satu minggu satu paket yang isinya sekitar 50 kata. Sampai sebelum ujian, saya cuma sanggup hapal sekitar empat paket basik dan satu paket advance.

Soal-soal gratisan
Nah, kalau sudah belajar dasar-dasar cara menjawab soal dan hapal vocabulary, kamu bisa mulai latihan soal. Salah satunya yang wajib dicoba, buka-buka deh Magoosh, Manhattan Prep, dan Crunch Prep. Gratis dan bagus. Mayan banget!! Biasanya ada free trial sekitar dua minggu yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Selain itu, Magoosh juga punya rencana belajar sesuai dengan waktu yang kamu punya.

Greenlight Test Prep
Sewaktu saya lagi stress dengan nilai GRE yang ngga naik-naik, seorang teman baik menyarankan saya untuk lihat akun Youtube ini. Saya coba pantengin, terutama di bagian jenis soal yang biasanya selalu salah. Ternyata keren banget tips-tipsnya. Terbukti nilai saya rada meningkat setelah belajar dari sini.

Baca rutin majalah internasional
Sambil mengisi waktu luang, bisa lah mulai sering baca artikel-artikel dalam bahasa inggris. Buat yang ngga biasa baca bacaan sulit, pastinya agak berat. Tapi nanti waktu kuliah kan juga akan banyak bacaan yang mesti dipelajari. Mesti udah belajar jauh-jauh hari. Kamu bisa baca Time, The New York Times, Project Syndicate, The Economist, dan lain-lain. Catat kata-kata sulit yang ditemukan, lalu kalau bisa dihapalkan atau seenggaknya kamu tau kapan bisa menggunakan kata itu.

Dictionary
Kalau kesulitan dalam terjemahan suatu kata, kamu bisa lihat di Dictionary atau Thesaurus. Ada aplikasinya juga. Kita bisa cari sinonim kata tersebut, bagaimana contoh penggunaan kata di dalam kalimat dan sebagainya.

Try out pakai POWERPREP Plus ETS
Mendekati waktu ujian, try out pakai ETS software. Dalam software itu, kita bisa perkirakan nilai kita berapa, berapa soal benar dan salah. Bisa buat perkiraan apakah hasil belajar kamu sudah mencukupi atau belum. Kalau belum, apa yang mesti diperbaiki dan dimaksimalkan dengan sisa waktu yang kamu punya.

--

Itu aja kayaknya tips dari saya. Kamu punya tips lain ngga? Sila komentar di bawah yaa..

Good luck!


PS: Ini ada semacam tutoring (https://tutorthepeople.com/test-prep/gre/), kamu bisa pakai kode ini special100 untuk dapet diskon $100, mayan banget kan!
Designed by : Photoroyalty / Freepik
Buat kamu yang mau melanjutkan studi ke luar negeri, hal utama yang wajib segera dimiliki adalah sertifikat kemampuan Bahasa Inggris. Syarat ini biasanya yang paling pertama dilihat oleh universitas atau pemberi beasiswa. Makanya mesti dipersiapkan dengan maksimal.

Ada dua ujian yang umum digunakan: IELTS dan TOEFL iBT. Saya sebenernya kurang tau perbedaan signifikan antara IELTS dan TOEFL. Yang saya tau, kalau IELTS dibuat oleh Inggris, sedangkan TOEFL dibuat oleh Amerika. Biasanya universitas-universitas di Amerika lebih suka menggunakan TOEFL, meskipun sekarang juga sudah banyak universitas di Amerika yang bisa pakai IELTS.

Saya sendiri waktu itu pilih IELTS karena ikut-ikutan teman-teman belajar saya. Hehehe. 

Kalau kamu mau belajar IELTS juga, saya ada beberapa tips yang mungkin bisa dicoba.

Cari tau tentang IELTS
Kita bisa tanya teman yang sudah pernah ujian atau bisa juga cari di youtube tentang apa sih sebenarnya IELTS itu. Apa saja yang diujikan. Berapa lama waktu ujiannya. Bentuk soal seperti apa. Biar kebayang kira-kira apa aja yang mesti kita pelajarin.

Buku panduan
Di internet banyak banget buku latihan soal IELTS. Saya sendiri pakai buku latihan Cambridge. Saya punya sampai sembilan buku. Jangan lupa cari yang ada latihan listening nya.

Daftar Ujian
Supaya semangat belajarnya, daftar dulu aja ujiannya! Kalau belajar doang tanpa daftar, rasanya bikin kita nunda-nunda belajar terus. Kalau sudah daftar biasanya lebih semangat dan ada rasa 'sayang uangnya' kalau hasil ujiannya jelek. Minimal 2-3 bulan ke depan, jadi ada waktu belajar yang cukup dan ada deadline yang pasti. Bisa daftar di British Council, IALF, atau IDP. Kalau saya tes di British Council, karena mereka biasanya menyelenggarakan ujian di hotel jadi meja yang dipakai meja panjang. Lega buat nulis-nulis.

Les
Kalau kebetulan ada uang lebih, bisa ikutan les. Buat saya, les ngga perlu yang mahal banget. Les yang relatif murah dan gurunya lumyan enak juga ada kok, seperti di LBI UI. Dulu 2015 harganya 1,3 juta (sekarang sudah naik jadi 1,6 juta) udah dapet buku panduan, di tempat les lain harganya bisa berkali-kali lipat. Di tempat les ini, umumnya kita hanya belajar strategi menjawab soal, latihan soal, dan sebagainya. Tapi les ngga akan banyak pengaruhnya kalau kita ngga belajar sendiri. Kalau dana terbatas, maksimalkan belajar sendiri aja.

Online course
Buat yang ngga bisa les, kita bisa maksimalkan ilmu dari internet yang gratis. Saya dapat tips ini dari Mita, dia sangat merekomendasikan ikut online course dari Edx. Kata Mita, "Interaktif banget dan tipsnya detil. Jenis latiannya juga banyak. Enaknya selain gratis sih laju kelasnya self paced, jadinya terserah mau belajarnya kapan aja.". Cuuuss langsung enroll sekaraang!

Jadwal Belajar
Belajar yang efektif itu biasanya yang sering latihan soal. Saya sendiri gini jadwalnya:
Pekan pertama - ketiga:
     Senin - listening
     Selasa - reading
     Rabu - speaking
     Kamis - writing
     Sabtu Minggu - try out
Pekan keempat:
     Try out

Jadwal ini cukup efektif buat saya. Minimal banget, dua jam di weekday dan dua kali TO di hari Sabtu dan Minggu. Kalau jam belajar ini bener-bener efektif, insya Allah skor akan meningkat.

Jangan lupa, ketika belajar mesti latihan juga alokasi waktu. Pakai jam tangan. Pastikan waktu yang tersedia sudah sesuai dengan waku ujian.

Catat perkembangan nilai kamu, dari yang pertama kali banget nilainya mungkin ngga terlalu bagus. Sampai menjelang hari H. Perkembangan nilai ini bikin kamu lebih ngeh sama peningkatan kemampuan kamu.

Latihan spesifik setiap section:
Di luar waktu belajar wajib, kita bisa tambahkan belajar di waktu senggang. Misalnya sambil perjalanan menuju kantor atau nunggu makan siang datang. Yaa sesempetnya aja..

Listening 
  • Selain latihan soal-soal IELTS, bisa juga ditambahkan dengan dengar podcast. Download aja podcast nya, lalu kita dengarkan saat kita dalam perjalanan. Di kereta, busway, mobil, atau kapanpun sesempatnya kita. Ngga usah banyak-banyak juga ngga papa, yang penting rutin. Setiap hari dengerin orang cas cis cus pakai bahasa inggris. Lumayan banget loh bikin kuping kita terbiasa dengar orang ngomong pakai bahasa inggris. Saya biasanya denger di Serial dan This American Life.
  • Soal-soal IELTS itu ada pola nya. Jadi semakin banyak kamu latihan dengan menggunakan soal-soal IELTS, pasti lama-lama kita jadi tau kapan jawaban akan disebutkan oleh speakers.
  • Jangan meremehkan listening. Walaupun kesannya lebih gampang dibandingkan dengan yang lain. Listening ini ladang nilai. Kalau bisa, usahakan banget bisa dapet sebagus-bagusnya. Tenang aja, dengan banyaknya frekuensi latihan, insya Allah bakal bisa dapat nilai lebih bagus.
Reading
  • Kadang kita merasa baca soal dulu, akan membuat lebih cepat menjawab. Ternyata ngga juga. Kalau baca soal duluan, kita malah jadi fokus ke mencari jawaban, bukan ke mengerti isi artikel. Ujung-ujungnya bolak balik baca artikelnya tapi ngga ngerti-ngerti. Usahakan baca artikel dulu, baru jawab soal.
  • Saat pertama kali baca artikel, coba usahakan langsung cari inti paragrafnya dan tandai. Dengan meningkatnya frekuensi dan kualitas belajar, kamu akan butuh waktu lebih singkat untuk mencari inti paragraf ini. 
  • Inti paragraf yang sudah ditandai ini akan memudahkan kita mencari jawaban. Kita bisa kebayang kira-kira dimana posisi informasi tersebut di dalam artikel. Tapi saya sendiri ngga mencoret-coret buku latihan saya, saya buat catatan nya di kertas coret-coretan. Soalnya saya ingin pakai buku latihan itu berkali-kali. Kalau sudah kotor dengan coretan, ngga bisa dipakai lagi.
Writing
Oke, ini yang menurut saya paling susah. Bahkan nilai saya pun masih jelek di bagian ini.
  • Kita mesti sering baca contoh jawaban yang dapet nilai 8-9. Perhatikan cara membuat paragraf. Gimana cara menghubungkan paragraf yang satu dan lainnya. Cari contoh jawaban ini tinggal googling aja kok
  • Dari contoh jawaban itu, kita bisa buat daftar kata yang bisa dipakai. Kata-kata penghubung (misalnya however, therefore, moreover, dll). Coba hapalkan kata-kata itu dan pakai di kalimat yang kita tulis. Coba lihat di sini, di sini  beberapa contoh kata.
  • Dalam writing, sangat penting untuk menggunakan beberapa padanan kata dan tidak mengulangi kata yang sama berulang-ulang. Ini namanya parafrase. Ada banyak kata yang cukup umum di soal-soal IELTS, misalnya consumption, expense, increase, decrease, dan lain sebagainya. Kalau bingung, cari sinonim kata di Thesaurus.
  • Cari temen yang bisa bantu periksain. Kadang kalau udah hopeless, kita tuh suka ngga tau gimana cara meningkatkan kualitas tulisan. Jangan takut buat minta tolong ke orang yang udah lebih jago. Tanya dan minta tolong untuk cek hasil latihan kamu. Tanya kira-kira bagian mana dari tulisan kamu yang bisa ditingkatkan.
Speaking
  • Print atau unduh daftar pertanyaan umum. Latihan nanya sendiri dan jawab sendiri. Dulu saya latihan speaking setiap dibonceng suami naik motor, pasti ngoceh-ngoceh sendiri sepanjang jalan.
  • Cari temen orang luar negeri. Kebetulan waktu itu supervisor saya orang Amerika, jadi mau ngga mau mesti ngomong sama dia. Ini sangat membantu untuk bikin kita PD ngomong. Entah kenapa kalau ngomongnya sama bule, saya lebih PD dibandingkan dengan ngomong ke orang Indonesia. Grammar belakangan aja. Yang penting dia ngerti apa yang kita ucapkan dan kita berani untuk mencoba ngomong. 
  • Nonton video contoh orang ujian speaking. Di Youtube ada banyak video contoh peserta yang dapat nilai bagus (band 7-9). Tonton dan perhatikan bagaimana mereka menjawab pertanyaan yang diajukan assessor.
  • Perhatikan cara kita menjawab. Kesalahan utama saya waktu ujian adalah terbiasa jawab kayak ngobrol biasa. Padahal saat ujian, jawaban kita benar-benar dilihat pemilihan kata, struktur kalimat, dan cara menjawab, bukan seperti ngobrol biasa. 
Inti dari segala inti nya..
Latihan, latihan, dan latihan
Ngga ada cara lain yang akan membuat kita bisa selain latihan. Coba. Usaha dulu. Usaha terus. Insya Allah akan ada perbaikan nilai asal cara belajar kita bener.

***

Semangat ya!! Saya pertama kali belajar IETLS, nilai semua section itu antara 4 - 5 doang loh. Ancur banget kan. Hehehe. Cuma seiring dengan meningkatnya frekuensi latihan dan belajar, lama-lama naik juga nilainya. Terakhir overall score 7. 

Kamu pasti bisa jauh lebih baik dari ku!!

Baca juga: Cita-cita yang tertunda