tumbuhan vivipar

, , No Comments
Pernah denger istilah vivipar? Yup! Istilah ini mungkin sudah kita dengar sejak SD.Vivipar yang sejak SD kita tau adalah cara hewan bereproduksi dengan cara beranak atau dengan kata lain janin/embrio tumbuh di dalam tubuh (melahirkan).  Contoh hewan vivipar adalah reptil, mamalia, dan beberapa ikan.  Tapi ternyata.. vivipar bukan hanya dipakai dalam istilah hewan lho..  Istilah vivipar juga dipakai dalam istilah tumbuhan.
            Tumbuhan vivipar didefinisikan sebagai tumbuhan yang bijinya berkecambah saat masih menempel di tumbuhan induknya.  Ada duatipe, vivipar dan pseudovivipar.  Tumbuhan vivipar biasanya ditemukan di pinggir pantai, sedangkan pseudovivipar dapat ditemukan di arktik, alpin, atau di daerah kering (arid).  Perbedaan vivipar dengan pseudovivipar terletak pada bentuk perkecambahannya  .Tumbuhan vivipar melakukan reproduksi seksual, sedangkan pseudovivipar melakukan reproduksia seksual.
            Pada tumbuhan vivipar,  embrio hasil dari reproduksi seksual tidak memiliki masa dormansi.   Embrio tersebut tumbuh keluar dari kulit biji dan keluar dari buah ketika masih menempel pada tanaman induk.  Dalam masa perkecambahan tersebut, kecambah menggantungkan kebutuhan nutrisi kepada tumbuhan induk.  Kecambah baru dapat melakukan fotosintesis untuk menghasilkan energi sendiri setelah hipokotil keluar.  Perkecambahan biji seperti ini dapat ditemukan di berbagai tumbuhan Mangrove (hampir seluruh Rhizophoracea, Amphibolis, Aegiceras, Pelliciera, Aegialitis, dan Nypafruticans), dan juga ± kurang dari 20 spesies tumbuhan dari famili Cactaceae.
                                                        kecambah Rhizophora
Bagaimana kita bisa tau kalau yang tumbuh itu adalah kecambah dan bukan bagian dari buah?  Kita bisa melihat anatomi bagian perpanjangan buahnya.  Bila kita lihat, ternyata pada bagian tersebut terdapat prokambium, radikula, dll yang tidak mungkin bisa kita temukan pada buah.  Biasanya bagian tersebut terdapat pada kecambah (alinea ini saya blum dapet acunya).
Vivipar berfungsi sebagai mekanisme dispersal di daerah pantai dan untuk mencegah efek racun klorida (terdapat pada air laut) saat perkecambahan.  Tumbuhan vivipar dapat berkecambah dengan baik karena dengan melakukan pekecambahan di tanaman induk, kecambah dapat berkembang di dalam kondisi konsentrasigaram yang lebih rendah dibandingkan dengan di substrat yang terendam air.  Selanjutnya, kecambah tersebut meningkatkan resistensi terhadap kadar garam tinggi sebelum jatuh ke air laut agar dapat bertahan hidup.
Subkategori dari vivipar adalah kriptovivipar.  Kriptovivipar merupakan bentuk perkembangan embrio yang tumbuh hingga merusak kulit biji namun tidak merusak kulit buah saat masih menempel pada tanaman induk.  Kulit buah baru rusak saat kecambah berkembah di atas substrat.  Contoh tumbuhan yang kriptovivipar adalah Nypa, Avicennia, Aegriceras, Pelliciera.
Pseudovivipar merupakan pembentukan propagul secara aseksual.  Bentuk perkecambahan seperti ini banyak ditemukan pada tumbuhan monokotil, khususnya Poaceae.  SelainPoaceae, pseudovivipar juga dapat ditemukan pada lamun Posidonia oceanica (L.) Delile dan kaktus Eriosyce aspillagae (Sohrens.) Katt.
Namun ternyata, ada pula beberapa tumbuhan yang memerlihatkan perkecambahan vivipar sekaligus non vivipar.  Contohnya adalah Ferocactus herrerae, Stenocereus alamosensis, and S. thurberi.  Kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh faktori ntrinsik (tekanan osmosis, hormon, perbedaan produksi fitokrom, dan perbedaan fase perkembangan buah dan biji) dan ekstrinsik (suhu, kondisi tanah) tumbuhan tersebut.
Selain dari vivipar dan pseudovivipar, ada yang disebut dengan false vivipary.  Suatu tumbuhan disebut false vivipary bila tunas vegetatif dapat tumbuh di infloresensia (bunga).  False vivipary dapat ditemukan di Agave dan Poa alpinia.

Referensi:
Botgard. ?. General characteristics and adaptations, 2 halaman.http://www.botgard.ucla.edu/html/botanytextbooks/worldvegetation/marinewetlands/mangal/generalcharacteristics.html.  19 Mei 2011, pk. 18.15 WIB
Cota-Sánchez, J. H.; Reyes-Olivas, Á.;& Sánchez-Soto, B. 2007.  Vivipary in coastal cacti: a potential reproductive strategy in halophytic environments.  American Journal of Botany, America: 11 hlm.
Elmquist, T. & Cox P.A. The evolution of vivipary in flowering plants.
Tomblinson, P.B. 1986. The botany of mangroves. Cambridge Tropical Biologi Series, USA: xii + 419 hlm.
Bird, Jonathan. 1999. Mangroves: nurseries of the reefs, 10 Agustus 2008, 3 halaman. http://www.oceanicresearch.org/education/wonders/mangroves.htm. 21 Mei 2011, 16.43 WIB

0 comments:

Post a Comment