ngobrol colongan

ngobrol colongan

November 07, 2013
kerjaan saya sama si Eru kalau lagi kuliah atau rapat adalah ngobrol via kertas!

isi ngobrolnya sih macem-macem, bisa tentang kerjaan, bisa tentang kerjaan, makanan, pacar, gosip, dan segalanya haha

kali ini kami ngobrolnya via kertas tissu, soalnya adanya itu.



entar kalo dia udah kuliah di negeri orang pasti kangen deh chit chat ngga penting kayak ginian hahaha

menjahit mimpi

menjahit mimpi

November 06, 2013
Salah satu cita-cita saya adalah menjadi guru TK! yup! soalnya bermain dengan anak-anak sungguh sangat menyenangkan dan membahagiakan. Kita selalu senyum, senang, bernyanyi, menari, tertawa, dan sejuta kegiatan positif lainnya.

Sayangnya, berhubung saya lebih suka berkarir menjadi saintis, jadilah saya belum bisa menjadi guru TK. Namun demikian, selalu ada jalan mencapai cita-cita! dan tahun ini mulailah saya mewujudkan cita-cita saya!

Sampai saat ini, perwujudan cita-cita ini belum menjadi guru TK sih.. cuma ngurusin anak-anak aja hehehe

berikut adalah 2 kegiatan seru-seruan saya dalam mengurusi bocah-bocah kecil yang sangat menyenangkan!


Menjadi guru tamu di Rumah Main Cikal!


difotoin Eru

Rumah Main Cikal adalah sebuah preschool di fX, Jakarta. Bulan september lalu, saya diminta bantuan oleh teman saya (Annisa), yang kerja jadi guru preschool di sana, untuk menjadi guru tamu di acara Bouncing Scientist. Di depan anak-anak kecil umur 1-3 tahun, saya diperkenalkan sebagai saintis. Di sana saya bukan satu-satunya saintis, ada Eru juga, tapi kita beda ruangan..

Kegiatan waktu itu adalah ngajarin anak-anak itu percobaan ilmiah, yaitu Blow Up the Balloon dan Water and Detergent.

Blow Up the Balloon ini caranya gampang:
  1. Siapkan satu buah cuka botol, botol plastik ukuran 600 ml, balon, baking soda, sendok plastik
  2. Masukkan cuka ke dalam botol bekas
  3. Masukkan baking soda ke dalam balon kira-kira 3-5 sendok
  4. Pasang mulut balon ke mulut botol
  5. Biarkan baking soda (yang di dalam balon), masuk ke dalam air cuka
  6. Tadaaaaam! jadilah balon mengembang!

ini kegiatan yang seru banget! dan anak-anak itu langsung seneng, seru, dan penasaran :D
habis ngajarin cara melakukannya, kita juga cerita bahwa kalau cuka dan baking soda dicampur, maka akan terbentuk udara yang dapat mengembangkan balon. Anak-anak itu cuma ngangguk-ngangguk seru aja sih hehehe

Kalau Water and Detergent lebih gampang:
  1. Siapkan sendok plastik, air, gelas plastik ukuran 200 ml, minyak, dan pewarna makanan
  2. Masukkan air ke dalam gelas
  3. Tambahkan pewarna makanan (di sesi ini bisa bilang, "waaah warnanya berubaahh!!" ke bocah-bocah)
  4. Tambahkan minyak
  5. Masukkan deterjent
jadi pas nambahin minyak, kita bisa bilang, "coba aduk-aduk deh.. kok ngga bisa nyampur yaaa?"
terus anak-anak itu jadi penasaran deh sambil ngaduk-ngaduk terus

lalu habis memasukkan deterjen, kita minta anak-anak itu ngaduk lagi.. laluu tadaaa mereka kesenengan penasaran kenapa tiba-tiba air dan minyak bisa nyampur

liatin bocah-bocah itu kesenengan dan penasaran itu membahagiakan bangeett!!

Eru juga cerita tentang ini di blognya, bisa dilihat disini.
ini keseruan lain, yang difotoin sama Eru:

Nisa, Diny, dan Eru
saya di lorong yang unyuk sekali
Diny, Nisa, dan Eru dan anak kembar imut-imut
waaah pokoknya kegiatan ini seru banget! Saya juga jadi belajar gimana cara menghadapi anak kecil, gimana cara mendapat perhatian dari anak-anak kecil, cara menyanyi, cara bergerak, dan berbagai macam cara menghadapi anak-anak.

PS: Makasi banget nisaaa udah memberi kesempatan berharga ini, makasi banyak eruu udah dokumentasiin acaranya hihihi.

Menjadi volunteer di Launching Komunitas Satu Senyum

Hari minggu kemarin, saya, Eru, dan Sisil menjadi volunteer di launching komunitas satu senyum. Komunitas Satu Senyum adalah komunitas para ibu dan anak yang terkena bibir sumbing (celah bibir dan langit-langit). Acaranya berlangsung di Aula Museum Mandiri, Kota, Jakarta Selatan.

Dalam acara ini, kami bernyanyi dan membuat pertunjukan boneka tentang laba-laba yang sabar. Sehari sebelumnya, kami menyiapkan segala alat bantu untuk pertunjukan boneka. Ini fotonya dari instagramnya Eru

lalu kami juga masuk TV hihihi aseek, liat deh disini

ini seru bangeet!!
***

ya semoga makin banyak ya yang ngajakin saya ngurus acara anak-anak kecil, jadi saya bisa main sama anak-anak lagiiii

About me and my lovely sister

About me and my lovely sister

October 02, 2013
Namanya Diny Hartiningtias. Banyak orang yang berpikir bahwa aku mengenalnya dengan sangat baik. Tetapi setelah aku bertanya pada seseorang dalam hati, ternyata ia tidak ku kenal dengan sangat baik. Yah, baiklah, aku akan tetap mencoba untuk bercerita tentangnya.

Aku tidak memanggilnya dengan nama Diny, tetapi kusapa dia dengan nama Dindin. Kata ibu, aku sudah bersamanya saat aku berumur enam bulan, ketika ia ada di dalam rahim ibu. Kami sudah berbagi segalanya.

Waktu aku tertawa dan bercanda dengan ibu, itu berarti ia juga ikut tertawa dan bercanda dengan ku. Lalu disaat air mataku menetes dan ibu berusaha membuatku tersenyum, itu berarti ia juga ikut menghiburku. Rasanya tidak ada satu pun yang dapat menggantikan kebahagiaanku.

Setelah ia lahir, kebahagiaanku semakin bertambah. Kamu mungkin tidak akan pernah tahu alasan mengapa aku bahagia. Karena aku akan membagi bahagia ini untuk mereka. Untuk adik-adikku.

Dulu aku dengannya sering memakai baju dan aksesoris yang sama. Benda yang paling ku ingat adalah gelang plastik warna-warni. Kami suka memakainya. Bahkan kami memakainya hingga menutupi pergelangan tangan sampai hampir ke siku.

Ada lagi, aku dan dia sangat suka berlari-lari di mall, rumah mimi, atau di rumah makan. Dan tentunya kami juga berteriak-teriak sambil berlari. Mungkin orang lain terganggu dengan hal ini, karena mereka tidak tahu mengapa aku bahagia.

Aku juga ingat, jika salah satu dari kami merayakan ulang tahun, pasti ibu membuatkan dua buah kue ulang tahun. Dan kami merayakan perta tersebut bersama. Padahal hari ulang tahun kami berbeda.

Semakin besar aku semakin kehilangannya. Kami mulai memiliki teman masing-masing. Tapi hal ini tidak menjadi penghalang untukku. Dia tetap orang yang kusayang.

Setiap hari aku menanti cerita-cerita seru darinya. Karena ia memang seperti tidak pernah kehabisan cerita. Dan aku sangat menyukai ceritanya.

Dia pernah bercerita tentang orang yang disukainya. Ada lagi cerita tentang orang yang dibencinya. Atau cerita tentang kejadian-kejadian seru yang tak kalah menarik untuk didengar.

Melalui ceritanya aku ikut merasakan apa yang ia rasakan. Aku akan marah jika ia marah karena ada orang yang mengganggunya. Aku akan tertawa saat ia bercerita llucu. Dan walaupun ia tidak tahu, aku juga menangis saat ia disakiti dan aku tidak melakukan apapun untuknya.

Aku benci pada diriku sendiri karena disaat ia disakiti tidak ada hal yang dapat kulakukan untuknya. Aku juga menyesal karena aku hanya dapat melakukan satu hal yaitu menjadi pendengar untuknya. Aku bahkan tidak dapat memberikan satu hal sederhana yang sebenarnya dapat dilakukan.

Terkadang aku bertanya-tanya, dapatkah aku menjadi seorang kakak yang baik untuknya?

Tapi aku selalu menyadarkan diri bahwa kini ia sedang beranjak menuju sebuah pintu kedewasaan.

Dan sekali lagi aku tidak akan membantunya menentukan mana pintu yang tepat untuknya. “Akan aku biarkan ia berlari hingga lelah datang menjemputmu kembali ke rumah.” Itulah kata yang ingin aku ucapkan untuknya saat ia mencari pintu kedewasaan.

Aku pun yakin, saat lelah itu datang, ia sudah akan membawa sesuatu. Tidak hanya untuknya tetapi juga utuk orang-orang yang akan di sekelilingnya. Orang-orang yang akan selalu menjaga dan menyayanginya. Orang-orang yang akan diam disaat ia butuh dan bangga saat ia dapat menyelesaikan masalahnya sendiri, yaitu orang-orang seperti aku..

“selamat ulang tahun dindin”

Thanks for everything that you have done for me. Please forgive every mistake that I’ve made to you. I hope you’ll always be my lovely sister. You are my every things and I hope I can be something for you

Vidya Hartiningrum

Jakarta, 4 Mei 2007

*

surat dari kakak saya, beberapa tahun lalu

Sudah belajar apa saja di kantor?

Sudah belajar apa saja di kantor?

September 29, 2013
Ada banyak hal menarik yang saya pelajari di fase baru dalam kehidupan saya, yaitu fase bekerja. Sejak dua bulan terakhir, saya kerja di salah satu lembaga penelitian di kampus. Waktu itu saya udah pernah cerita disini. Hal-hal yang saya pelajari ini adalah hasil dari pengamatan saya pribadi selama saya bekerja (baru 2 bulan), alias sebagai anak baru, jadi kalau ada yang salah-salah ya maaf-maaf yaah hehe.

Penampilan itu penting!

Dari awal-awal kerja saya terlalu santai dalam berpenampilan. Misal sering pakai celana jeans + kemeja atau baju terusan + kaos. Dulu sih mikirnya, soalnya kantor saya lumayan nyantai, trus orangnya sedikit, jadi ketemu sama orang yang itu-itu aja. Sampai suatu saat (pekan lalu) saya disuruh rapat di kementerian. Sama asisten ibu menteri, ketua EO side event APEC, orang kemenlu, staf ahli presiden, bos saya, dan lain-lain di ruang rapat yang serius banget. Lalu saya lupa bawa blazer, padahal cuma pake terusan dan kaos T_T

Saya langsung sadar bahwa jangan gampang menyepelekan sesuatu. Meskipun cuma pakaian atau penampilan, minimal kita harus selalu rapi dan tau situasi. Tau baju apa yang pantas untuk apa. Kalau emang lagi acara santai, ngga papa pake baju santai. Tapi kalau ke kantor, pakai baju nya jangan yang terlalu santai jadi kalo tiba-tiba disuruh rapat, diminta temenin pak bos menghadiri pertemuan-pertemuan penting, atau tiba-tiba kantor kedatangan orang-orang keren, kita sudah selalu siap siaga! Karena penampilan adalah hal yang pertama kali diliat. Rapi, bersih, dan pantas adalah syarat minimal.

Bawa map untuk berkas-berkas

Berhubung kantor nya di kampus dan hawa-hawa kuliah masih berasa, jadi saya masih suka ngasal nyimpan berkas-berkas. Sama seperti bawa diktat atau catatan kuliah. Dilipat, masukin tas, dilipat, masukin tas. Padahal kalo sudah kerja, berkas yang kita bawa itu bisa lebih penting dari apa yang kita perkirakan. Trus jangan asal tinggal lipet lalu masukin ke tas, sebaiknya siapin map, jadi kalau ada berkas dari kantor bisa kita simpan dengan baik.

Tanggap, sigap, dan cekatan

Ini sangat penting! Kita harus tanggap terhadap situasi, apa yang kira-kira dibutuhkan langsung disiapkan (meskipun belum diminta), sehingga nanti kalau diminta, kita udah siap. Lalu sigap, kalau dikasih kerjaan langsung dikerjakan dengan benar, baik, dan cepat. Apalagi kalau bos nya super sibuk.. Cekatan, alias cepat mengerti. Setelah diajarin sesuatu yang baru, secepat mungkin langsung dikuasai, jadi bisa lebih banyak skill yang kita kuasai. Kayak Andy Sachs (Anne Hathaway) di film The Devil Wears Prada. Di awal dia kelimpungan kerjaan ini itu dan dianggap remeh sama bosnya, tapi lama-lama dia makin tanggap, sigap, dan cekatan. Ini harus saya latih lagi nih.. soalnya sekarang masih kurang cepat tanggap. Padahal tiga hal ini sangat berguna untuk mendapatkan berbagai peluang, karena kalau kita kerjanya bagus pasti akan dikasih kesempatan lebih banyak untuk bisa berkontribusi.

Talk less, do more!

Selain kerja di kantor, saya juga ikutan 2 komunitas, Dreamdelion dan Santa’s Missing Dear (SMD). Ada hal penting yang saya pelajari disini. Bahwa masalah yang kita temui di kehidupan nyata, di kehidupan masyarakat, sebenarnya bisa lebih cepat terselesaikan bila kita ikutan turun tangan. Ngeluh ini itu tapi kalau ngga ngapa-ngapain ya percuma juga kan..

Dua komunitas yang saya ikutin ini, menurut saya cukup keren. Begitu mereka lihat masalah, mereka langsung action! Langsung banget dilakukan. Kalau bisa sekarang, sekarang deh.. Ini yang bikin komunitas ini bisa hidup dan terus berkembang. Masalah yang ingin diselesaikan Dreamdelion adalah masalah-masalah yang ada di masyarakat Manggarai, sedangkan SMD ingin menyelesaikan masalah rusa di UI.
Dan untuk melakukan itu semua, ternyata kita ngga harus menjadi atau membutuhkan orang yang sangat-sangat pintar, cerdas, dan brilian. Kita hanya perlu menjadi orang yang tulus, peduli, dan mau bekerja keras.

Personality also matters

Kepintaran dan kehebatan bukan segalanya. Jenius, menang ini itu di berbagai lomba, kaya raya, kuliah di salah satu kampus ternama sedunia, ternyata bukan yang utama dalam kehidupan pekerjaan. Yang paling utama adalah personality. Bagaimana kita bersikap ke orang lain, apakah kita mampu bekerja sama, mau mendengarkan, tidak congkak, dan menjadi pribadi yang menyenangkan. Soalnya kalau kita nyebelin, orang juga akan males kerjasama dengan kita dan ujung-ujungnya ngga akan dipilih. Pembimbing skripsi saya pernah mengingatkan saya tentang ini.

Bahwa sejenius apa pun kita sejago apapun kita melakukan berbagai pekerjaan, personality also matters.

***

Iyak, baru ini aja sih yang saya pelajari, tentunya selain hal-hal baru di bidang yang sangat saya suka sejak SMA yaitu lingkungan dan konservasi.

Mungkin ini hal biasa yang sangat dasar, apalagi buat orang yang bekerja di bidang yang sangat kompetitif. Tapi saya merasa ini perlu saya tulis, supaya saya bisa kembali diingatkan suatu waktu nanti.


Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang labih baik.

love story

love story

September 26, 2013
kemarin tanggal 25 September 2013, tepat 4 tahun saya berpacaran sama mirza.

coba ah saya review hubungan saya dan mirza

waktu temenan doang :
mirza adalah salah satu teman nyebelin sekaligus nyenengin.

Nyebelin karena dia suka nyeleneh, suka seenaknya (belakangan saya sadar ini bikin dia sangat apa adanya, ngga tukang pura-pura). Saya kenal dia di tempat les, Mabit Nurul Fikri Mampang. Dia teman sekelas saya di rombongan B. Dulu waktu masih les, dia sering banget bolak balik keluar masuk ruang kelas, duduk selonjoran di depan kelas (padahal masih dimulai pelajarannya), suka ngelawan kalo dikasih aturan yang ribet, kalo ketawa paling keras dan ngakak, dan salah satu murid pintar (kalo ngga salah waktu departemen matematika dia juara kelas deh).


Nyenengin karena saya dan dia bisa simbiosis mutualisme. Waktu itu saya sering dapet tiket gratisan teater, tapi teater itu pasti malem, dan pulangnya repot. Nah, akhirnya saya sering ngajak mirza buat ikutan nonton, syaratnya dia nganterin saya pulang. hehe ini kerja sama yang saling menguntungkan banget! saya ngga ngeri pulang naik kendaraan umum dan dia dapet nonton teater gratis. Selain itu, mirza orang yang enak dijadiin tempat curhat, soalnya solutif. Waktu itu saya lagi deket sama temen SMA dan masih sangatsangat naksir sama senior saya di ekstrakulikuler pecinta alam.

Di fase ini, mirza punya pacar (bukan saya) yang ngga bisa pulang malem karena rumah nya jauh dan ngga boleh pulang kemaleman, jadi pacarnya ngga pernah ikutan nonton teater.

waktu TTM (teman tapi mesra) :
akibat sering jalan-jalan di bidang per-sastra-an, jadilah kami sering bertukar ide tentang sastra, saya suka ngenalin dia ke orang-orang teater (yang saya tau. ngga banyak sih), dan kadang-kadang kami sering bertukar puisi.

nah, pertukaran puisi ini jadi bikin ketagihan. Soalnya kami sama-sama suka puisi, mana puisinya romantis pula kan. Jadilah kami kayak TTM, temen tapi deket, tapi ngga mau lebih dari temen.

fase ini lamaaaa banget, ada kali yah 6 bulan.. dan selama itu kami sering jalan-jalan keliling jakarta. Sebenernya kami udah sama-sama sadar sih kalau kayaknya, kayaknya lho yaa, kayaknya kami saling suka.

waktu labil :
akibat kelamaan TTM, kita jadi bingung nih ini kok deket tapi ngga jelas yah hubungannya apa. Mirza beberapa kali propose untuk ngajak pacaran, tapi selalu saya tolak, soalnya saya takut patah hati. Saya ngga berani patah hati dan saya males pacaran yang ngga ada tujuan nikah, soalnya ya ngapain amat pacaran, bikin kenangan indah indah tapi ngga ada ujungnya. Atau ujungnya putus.

di fase ini ada beberapa puisi yang fenomenal di antara kami, karena sering diutarakan.

"Stay, lady, stay, stay with your man awhileWhy wait any longer for the world to beginYou can have your cake and eat it tooWhy wait any longer for the one you loveWhen he’s standing in front of you" - Bob Dylan
"tak semua lelaki bersalah pada mu" - Mirza
"Aku dan kata masih menunggu bersama senja untuk mengantar rindu ke kavling hatimu yang dijaga ketat oleh hansip2 ragu." - Mirza
nih lengkapnya liat di link ini https://www.facebook.com/notes/diny-hartiningtias/karya-ku/70017977733 isinya pedekate terselubung. hahahahaa suka sekali masa-masa ituuu.. unyuu :3

ngga pacaran, tapi kalo jalan-jalan selalu berdua

jadian :
setelah sekian lama TTM an ngga jelas, akhirnya kami berada pada kesimpulan: "yaudah lah gini aja udah seneng, ngga jadian ngga papa".

hingga pada suatu hari.. mirza jalan-jalan di jakarta hampir seminggu, dan saya nemenin dia jalan-jalan. Lalu dia balik ke bandung. daan saya nembak dia. hahahaha. seriously. saya nembak dia boooook. via sms pula. anti klimaks banget haha

diny : menurut lo kita mending jadian atau ngga?
mirza : yaa kalo kayak sekarang sih gw udah seneng.. tapi kalo bisa lebih ya gw lebih seneng lagi
diny : yaudah kita jadian aja yuk
mirza : serius?
diny : iya
mirza : aaah anti klimaks bangeeet hahaha lo lagi yang nanya.

tahun pertama :
pertama kali ada yang bilang sayang: hari ketiga jadian.
pertama kali saya nyentuh mirza: bulan ketiga pacaran (3 bulan pertama beneran ngga pernah nyentuh).
pertama kali saya ngerasa beneran jatuh cinta: bulan ke enam, habis berantem

foto berdua pertama kali, di Museum Nasional

tahun pertama kayaknya jarang berantem heboh deh, long distance karena mirza kuliah di ITB. Kalo ketemuan seringnya jalan-jalan.

tahun kedua :
fase-fase mirza lagi di ospek, sibuk sekali. Mulai sering berantem.

tahun ketiga :
sangat-sangat sering berantem. soalnya Mirza jadi pengurus himpunan, dan sibuk setengah mati. Bahkan kami sempet putus 1,5 bulan. Tepat ketika malam terakhir kaderisasi himpunan nya dia. hehe

saya yang mutusin. habis dia nyebelin. huu. *egois*
tapi trus saya juga yang ngajak balikan. Labil banget sih. hahahaha

tahun keempat :
jarang berantem, isi nya indah, kangen, dan unyu. kalau pun berantem ya berantem manja labil gitu. hehe

menjelang akhir tahun keempat ini, kami mulai ngenalin orang tua. Jadi sekarang orang tua mirza udah kenal orang tua saya, dan orang tua saya udah kenal orang tua Mirza.

dan tepat 3 hari sebelum kami 4 tahunan, kami disuruh nikah.

seneng yah rasanya.. dunia isi nya lagi taman bunga semua nih. hehe

__

semoga semoga dan semoga, kami happy ending.

mohon doanyaa!

*\(^_^)/*

love is a verb

love is a verb

September 22, 2013
Salah satu hal yang sangat membuat saya penasaran adalah cinta. Cinta itu sebenernya apa ya?
Kata ilmuwan, rasa euphoria cinta bisa hadir akibat peningkatan hormon dopamine. Hormon yang buat kita senang selalu, bahagia tak terkira rasanya, semua berbunga-bunga seperti taman bunga yang berupa-rupa warnanya. Dopamine juga menekan rasa protes dan kesal dalam diri kita, terutama kepada yang tercinta. Sehingga apapun yang sang tercinta lakukan, tetap terasa berkilauan dan semerbak mewangi dunia kita.

Para ilmuwan juga bilang, dopamine hanya bisa bertahan sekitar 4 tahunan meraja dalam diri kita. Sisanya? Otak mulai mengambil alih euphoria itu, bunga-bunga mulai layu, segala yang indah menjadi terbuka, menampakkan wujud aslinya. Duri-duri di mawar mulai terasa, karena segala yang mewangi akan diverifikasi ulang oleh otak kita. Otak mulai bisa protes dan kesal akan kenyataan yang ternyata tak seindah taman bunga.

Dan ketika semua kabut yang menutupi wajah asli sebuah cinta mulai tersibak, tinggal lah diri kita yang tersisa. Apakah kita mau membuat cinta ini tetap ada?

Karena untuk membuat cinta tetap ada diperlukan sebuah komitmen keras dan kemauan tingkat tinggi. Tidak ada cinta yang bisa bertahan tanpa diperjuangankan. Cinta itu bertahan kalau kita pegangin terus, kita jaga keberadaannya. Kita isi terus bahan bakarnya, kita rawat mesin-mesin penggeraknya, kita service secara berkala, kita pajang dengan cantik hingga tetap enak dilihat dan dirasa. Kita pupuk setiap nafasnya, kita buang serangga-serangga pengganggu nya, kita pilih tanah tempat berpijaknya, kita potong bagian-bagian busuknya. Dan sejuta perkerjaan lain yang tentunya tak bisa dianggap ringan.

”But here's the truth about the truth: It hurts.” –Meredith Grey

Sayangnya, cinta bukan soal diri sendiri. Cinta melibatkan banyak pihak. Orang yang tercinta, orang di sekeliling, orang di masa lalu, orang di masa depan, orang-orang antah berantah, dan lain sebagainya. Tapi yang paling utama dari cinta ya.. dua orang yang terlibat di dalam nya. Dua orang ini yang menjadi penggerak cinta. Mau atau tidak dua orang ini menggerakkan cinta, itu yang jadi kunci utama.

olahrasa

olahrasa

September 20, 2013
Salah satu materi dasar di latihan teater adalah olahrasa. Ada banyak cara melakukan latihan olahrasa. Misalnya kita duduk tenang, atur nafas, sambil menenangkan pikiran.. Benar-benar belajar fokus dan tenang. Bisa juga dengan melihat ke titik tertentu sambil duduk tegak dan melipat kaki, atau bisa juga dengan berjalan super lambat sepanjang 10 meter, dan lain-lain

sumber gambar: http://goo.gl/TXd4rt



Latihan ini sangat penting bagi para aktor/aktris, karena latihan ini akan sangat membuat kita lebih konsentrasi dan peka. Jadi apa yang kita ekspresikan di panggung berasal dari rasa yang emang kita rasa, bukan tempelan. Tempelan itu maksudnya kayak akting-akting sinetron, misal marah selalu dengan melotot dan teriak. Padahal marah bisa diekspresikan dengan cara apapun tergantung dari kadar marah nya. Ada marah yang hanya perlu diekspresikan melalui helaan nafas, ada yang menahan nafas, diam, menangis, teriak, memukul meja, merajuk, dan lain-lain. Pemilihan gaya marah ini akan lebih baik bila kita terbiasa merasa, kita peka dengan apa yang ada di dalam diri, merasa apa yang dirasa tokoh yang kita perankan. Dengan latar belakang tokoh tersebut, bagaimana bentuk rasa yang mereka rasakan, dan lain sebagainya.

Selain itu, olahrasa juga bisa bikin kita belajar sabar, menikmati proses, dan tenang. Ini akan sangat berguna di atas panggung (dan juga di kehidupan). Misalnya yang latihan berjalan super lambat sepanjang 10 meter. 10 meter kalau kita jalan biasa palingan 10 detik, tapi kalau lagi latihan olahrasa, jalan 10 meter itu bisa 1 jam. Dengan cara ini, kita akan lebih tenang di panggung, dan membantu kita menikmati setiap dialog yang kita ucapkan.

*

Saya kangen latihan teater. Kangen latihan olahrasa. Supaya diri ngga cuek dengan suara-suara dari dalam hati, dengan makna-makna dari mata lawan bicara, dan ini itu lainnya.

a little step to be a scientist

a little step to be a scientist

August 02, 2013
As I told you before, I have been Mr. Jatna’s assistant since two weeks ago. He already gave me one task: edit his books. It’s a cool task for me. I like his writing, his opinions about environment is clever. This task encourage me to have ability in good writing, editing, thinking the way environmentalists think, and how to write my opinion about something. Those are the basic skills that scientist must have.


Mr. Jatna also encourages me to have a big dream and become ambitious to achieve that dreams. He gave me many examples from his ex-assistants. His ex-assistants now have become a scientist. He  got the doctoral tittle, works at a good NGO, etc. They can do that because they were prepared with many skills that scientist must have, like writing, fluent in English, analytical thinking, and how to socialize with the experts, before they got opportunities to study abroad.

I also remember, my research supervisors have reminded me to being humble and try to listen other opinions. Hehe.. I know some time I became annoying. But you can’t be a great scientist if everyone hates you. Personality is matter, because a good personality can lead you to many opportunities. I hope always remember those things..

I believe I can be a good scientist someday, not the best but at least good. Who knows someday I can talk about environment or conservation things in front of many experts and students, be part on solving the problem in the world, and make my parents and my supervisors proud of me. Hahaha sounds ambitious..

Those are just a dream. Now, I should do my best very single steps and let God lead me the best way.


Wish me luck!

Kosan ternyaman sejagat Bandung

Kosan ternyaman sejagat Bandung

July 19, 2013
Siapa sih yang bisa ngga jatuh cinta sama Bandung? Udara nya dingin, sejuk, banyak tempat makan enak, ada kampus ITB yang keren, dipenuhi rumah-rumah tua dari jaman belanda, pohon-pohon besar di sepanjang jalan, dan lain sebagainya. Bahkan keindahan kota ini disamakan dengan salah satu kota paling terkenal di Eropa dan disebut Paris van Java.

Saya ngga pernah tinggal lama di Bandung, biasanya paling 2 – 3 hari dalam jangka waktu kira-kira 3 bulan sekali. Tapi waktu-waktu tersebut udah bisa bikin saya suka banget sama kota ini. Biasanya saya di Bandung nginep di kos an temen, meskipun pernah juga sih nginep di sekre Tiben (salah satu tempat di kampus ITB).

Salah satu tempat yang paling saya suka buat dijadiin tempat nginep adalah.. kosan Nindia! Nindia itu teman SMA saya, saya pernah cerita tentang dia disini. Ada beberapa hal yang bikin kosan nindia enak dan nyaman banget.


Pemandangannya bagus bangeeeet.. kalo malam kita bisa lihat city light bandung, kalau pagi bisa lihat burung beterbangan :’) nyaman banget buat belajar, nulis, dan istirahat.

Jendela nya besar, jadi sirkulasi udaranya bagus, kita bisa merasakan kesejukan udara bandung kapan aja dari kamar dia. Terus, karena jendela nya besar, cahaya juga bisa masuk dengan luwes.. Pagi sampai sore ngga perlu pakai lampu, karena sudah terang.

Kosan Nindia, mudah di jangkau, ke ITB aja tinggal jalan..

Nindia bersih dan rapi bangeet kamarnyaa.. Jadi nyaman buat ditinggalin. Udah gitu dia punya banyak buku-buku bagus, biasanya saya suka baca-baca bentar di kosan dia.

karena di depan kos an nya ada parit kecil, jadi ada suara gemericik air yang menenangkan hati :')

**


sayang sekali, Nindia akan segera pindah kosan huhu..

Terima kasih banyak Nindia, sudah mengizinkan gw sering nginep di kosan lo dan menikmati keindahan Bandung dari sudut ini!

olahraga

olahraga

July 18, 2013
Kita semua tau olahraga itu penting buat kesehatan tubuh. Sayangnya, secara sadar umumnya kita juga sering kali meniadakan waktu olahraga. Alasannya banyak, sibuklah, capeklah, ngga ada waktulah, macem-macem.. Jadilah badan kita sangat jarang dipakai olahraga.



Dulu, waktu masih SMA (lima tahun lalu – udah lama banget sih ini), saya rutin olahraga bareng teman-teman, seminggu minimal 2x lah rata-rata.. Jadwalnya: sit up dan push up di hari biasa setelah pulang sekolah, dan olahraga lengkap di hari sabtu. Olahraga lengkap itu maksudnya lari, push up, sit up, back up, senam, dan lain-lain. Bukan karena rajin.. tapi waktu SMA saya ikutan ekstrakulikuler pecinta alam, jadi otomatis latihannya latihan fisik. Bahkan kadang jadwal olahraga saya masih ditambah sama latihan teater yang suka senam cukup heboh dan mengucurkan banyak keringat.

Alhasil, waktu SMA, lengan, paha, perut, pantat, betis, dan bahu saya kencang, badan jarang sakit, berat badan ideal, ngga kekurusan, ngga kegemukan. Keren.

Tapi semua tinggalah kenangan.

Semenjak kuliah, saya jarang olahraga. Soalnya ngga ada teman yang bisa diajak olahraga rutin (alesan pertama) dan ngga ikutan ekstrakulikuler yang memaksa tubuh untuk bergerak (alesan kedua). Jadilah badan ngga karuan, gampang pegel-pegel, lemas, dan sebagainya.

Sekarang ini, saya mau mencoba kembali ke masa kejayaan. Masa di saat saya rajin olahraga, badan bagus, bugar, cantik, dan ceria! (halah)

Karena saya anaknya males dan ngomong doang, jadilah olahraga outdoor bukan menjadi prioritas. Ujung-ujungnya ngga jadi berangkat soalnya.. hahaha

Ada banyak pilihan olahraga indoor, tapi pilihan saya mengerucut pada olahraga senam dan yoga. Yoga gerakannya lambat tapi bikin keringetan banget. Bagus juga, tapi karena gerakannya lambat, saya jadi males (alesannya banyak).

Akhirnya sekarang ini saya nyoba membiasakan senam, rutin setiap pekan. Senam kebugaran jiwa, alias SKJ. Pernah denger SKJ ngga? Anak angkatan 90an pernah lho melewati masa di saat SKJ itu diwajibkan setiap pekannya. Iya, waktu SD.. hahaha jadul banget yah? Dulu namanya SKJ 1998.

Tapi, sekarang SKJ udah gaul banget. Sudah diperbarui tahun 2008, jadi namanya SKJ 2008. Hahaha gerakannya seru banget, ngga terlalu susah, dan lumayan lah ya buat olahraga ringan. Bisa olahraga di rumah, cuma 15 menit. Jadi ngga ada alesan males keluar rumah atau ngga punya waktu.

Semoga olahraga ringan yang dilakukan secara rutin ini bisa membangkitkan semangat untuk olahraga serius dan lengkap ya.. Mau nyobain senam SKJ bareng? Yukyuk barengaan! Saya punya CD nya hahaha

Search This Blog

Contact Form

Name

Email *

Message *