Program Training Sertifikat

Program Training Sertifikat

February 12, 2014
Columbia University (Center for Environment,Economy, and Society) dan Universitas Indonesia (Research Center for Climate Change) bersama mengembangkan sebuah program pelatihan bersertifikat Mitigas Perubahan Iklim dan Pembiayaan Hutan Berkelanjutan Inovatif.

 

Program Sertifikat Mitigasi Perubahan Iklim dan Pembiayaan Hutan Berkelanjutan Inovatif ini adalah yang pertama di bidangnya di Indonesia serta menggabungkan ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, ekonomi, dan bisnis dalam rangka mempersiapkan para profesional untuk terlibat dalam upaya konservasi hutan skala besar. Termasuk untuk mengurangi kehilangan pohon, emisi karbon, penurunan keanekaragaman hayati, serta meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar hutan. Program sertifikat yang terdiri dari delapan kursus ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dasar dan keterampilan yang diperlukan untuk mengawasi dan atau berpartisipasi dalam proyek pengurangan deforestasi dan degradasi hutan di Indonesia. Meskipun para pengembang kurikulum berkomitmen untuk menggunakan The Rainforest StandardTM(RFSTM) sebagai mekanisme untuk mengurangi emisi karbon dari konversi hutan, namun kursus dan training ini lebih umum dan berlaku untuk semua jenis proyek konservasi hutan yang melibatkan kredit karbon atau intensif keuangan lainnya.

Persyaratan:

Program ini terbuka untuk mahasiswa pasca sarjana, serta para profesional dari sektor publik, privat, dan masyarakat sipil. Dalam upaya untuk memastikan relevansi program, contoh dan latihan yang digunakan dalam setiap kursus akan disesuaikan dengan realita yang para peserta alami pada institusi masing-masing.

Detail:

        Program akan berlangsung hingga enam (6) hari penuh waktu, dan bertempat di kampus Universitas Indonesia Depok. Sebagian besar berlangsung empat (4) hari.
        Materi kursus disampaikan dalam Bahasa Indonesia
        Para peserta dapat mendaftar untuk beberapa kursus tertentu, namun harus menyelesaikan semua (delapan) kursus untuk menerima sertifikat. Para peserta akan menerima konfirmasi kehadiran kursus yang telah diselesaikan.
        Biaya kursus antara Rp 1,375,000 per kursus jika terdaftar dalam semua (delapan) kursus, hingga Rp 4,000,000 per kursus bila hanya mengikuti satu kursus.


Jadwal  Maret 2014:

Semua (delapan) kursus akan ditawarkan selama awal 2014 yaitu bulan Maret hingga April 2014. Program ini dapat diselesaikan selama waktu tersebut.
  1. Pengantar Perubahan Iklim : 36 Maret
  2. Penginderaan Jauh untuk Kehutanan dan Estimasi Stok Karbon : 7 – 8 & 15 Maret
  3. Monitoring Keanekaragaman Hayati dan Kehutanan : 1013 Maret
  4. Pengantar GIS untuk Sektor Kehutanan dan Iklim : 14 & 28 – 29 Maret, 11 12 & 19 April
  5. Aspek Sosial – Budaya dari Pengelolaan dan Konservasi Hutan : 17 20 Maret
  6. Ekonomi Lingkungan dan Sumber Daya Alam : 2427 Maret
  7. Pertimbangan hukum dalam Konservasi dan Pembiayaan Hutan : 1 4 April
  8. Bisnis Pengelolaan dan Konservasi Hutan : 6 – 9 April


Lihat brosur berikut untuk mengetahui detail lebih lanjut http://rccc.ui.ac.id/event/trainings/124-training-mitigasi-adaptasi-perubahan-iklim.html atau hubungi info@rccc.ui.ac.id

ulasan: buku Restart karya Nina Ardianti

ulasan: buku Restart karya Nina Ardianti

February 11, 2014
Sebagai teman akhir pekan yang damai, saya meminjam novel berjudul Restart karya Nina Ardianti dari adik perempuan saya.


(hati-hati spoiler) Novel ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Syiana yang patah hati akibat diselingkuhin pacar yang sudah bersama dia sekitar 3,5 tahun. Syiana yang sedang gundah gulana tetiba bertemu Febrian, seorang musisi ternama yang tengah naik daun. Lalu mereka saling jatuh cinta lalu patah hati lalu jatuh cinta lagi. Selama itupun Syiana selalu ditemani oleh sahabatnya Edyta, dan juga rekan satu kubikel di tempat kerjanya, yaitu Aulia.

Novel ini ringan, mudah dibaca, ngga bikin pusing, maupun mikir yang mendalam. Bacaan yang cocok buat santai-santai di akhir pekan.

Yang saya ngga suka dari novel ini adalah..
  • Mirip sinetron. Ceritanya hampir mustahil terjadi di kehidupan nyata
  • Jalan cerita mudah ditebak
  • Tokohnya standar: cewek cantik, pinter, tajir, kalau ngomong dikit-dikit pake bahasa inggris, dan muja muji merek branded.
  • Harus banget ya memuja muji barang branded? Sampe-sampe banyak banget penyebutan nama merek sebagai barang. Ampun deh.
Kenapa ya jarang banget novel semacam teenlit atau novel-novel romantis nan ringan gini yang ngga memuja muji kekayaan? Hampir di semua novel pasti tokohnya tajir.

Namun demikian, buat santai-santai yang ngga bikin pusing, novel ini cukup menghibur. Alurnya enak dibaca dan karakterisasi tokohnya detail. Tokoh utama laki-lakinya berpotensi menimbulkan delusional. Ada quote-quote yang relevan di antara setiap sub bab. Juga banyak kalimat-kalimat quotable di dalam cerita.

Sekian.

ulasan: buku Pulang karya Leila Chudori

ulasan: buku Pulang karya Leila Chudori

February 06, 2014
“Pulang adalah sebuah drama keluarga, persahabatan, cinta, dan pengkhianatan berlatar belakang tiga peristiwa bersejarah: Indonesia 30 September 1965, Prancis Mei 1968, dan Indonesia Mei 1998.”

Begitu yang tertulis di sampul belakang buku ini. Tulisan yang baru saya baca di dalam angkutan kota menuju rumah, dalam perjalanan pulang dari toko buku Gramedia Depok, Jawa Barat. Sesungguhnya saat itu saya tak ada rencana membeli buku, hanya mengantarkan rekan kerja saya, Mba Maya, yang ingin membeli sesuatu. Eh tetiba teringat buku yang direkomendasikan sahabat saya, Nindia, buku ini.


Pulang bercerita tentang Dimas, dan tiga kawannya – Nugroho, Tjai, dan Risjaf -- yang terjebak di Paris, tak bisa pulang ke Indonesia karena status mereka sebagai eks tahanan politik (tapol). Mereka dihantui rasa bersalah karena teman-teman mereka di Indonesia diburu, diculik, disiksa, dan dirampas hak nya oleh pemerintah. Keluarganya pun diintrograsi terus menerus, tertekan secara fisik dan mental, termasuk Surti, mantan kekasih Dimas sekaligus istri dari Hananto. Pada akhirnya Lintang, anak dari perkawinan Dimas dengan Vivienne membuka masa lalu ayahnya, serta menjadi saksi pada salah satu peristiwa penting di negeri ini, kerusuhan Mei 1998.  

Yang saya suka dari novel ini adalah latar belakang peristiwa, lokasi, dan waktu diupayakan sesuai dengan sejarah. Saya pikir, novel ini akan saya rekomendasikan untuk dibaca oleh anak saya kelak saat ia belajar tentang Gerakan 10 September, Tragedi Trisakti, dan kerusuhan Mei 1998 di sekolahnya. Karena membaca novel ini rasanya jauh lebih menyenangkan daripada baca buku sekolah yang kaku dan taktis. Selain itu, novel ini juga mengisahkan drama percintaan yang seru, walau agak-agak frontal dan mengumbar hidup bebas.

Bagi saya yang lahir pada tahun 1990an, novel ini mampu membawa masuk ke dalam masa silam. Membuat saya membayangkan seperti apa yang terjadi pada masa itu. Saya belum lahir pada peristiwa di September 1965 dan Mei 1968, serta masih duduk di sekolah dasar saat Peristiwa Mei 1998 terjadi. Sekitar bulan Mei 1998, sempat saya dan teman-teman menyaksikan demonstrasi besar melalui lantai atas rumah guru les bahasa inggris, yang berada tepat di seberang gedung DPR RI. Saat itu saya belum mengerti apa yang sedang terjadi di negeri ini. Yang saya tau hanyalah banyak sekali demonstran di pekarangan Gedung DPR RI, di jalan tol arah slipi itu, dan duduk di atas gedung. Saya juga melihat asap yang banyak berkabutan di antara para demonstran. Kata ibu, namanya gas air mata. Katanya, mata kita bisa sangat perih bila terkena asap dari gas itu, tentara dan polisi menggunakannya untuk menghalau demonstran.

pendudukan Gedung DPR RI, Mei 1998
Sumber gambar : http://goo.gl/k5gt8e

Setelah saya pulang dari les bahasa inggris, saya melihat para demonstran yang lewat dan masuk ke dalam komplek perumahan guru les bahasa inggris saya, di Pejompongan, Jakarta Pusat. Saya pun segera memacu sepeda lebih cepat, agar lekas sampai di rumah nenek. Para demonstran yang saya lihat saat itu menyeramkan, mereka membawa spanduk-spanduk, bendera bertuliskan entah apa, sering berteriak-teriak, dan mencorengkan wajahnya dengan sesuatu berwarna putih. Belakangan saya tau itu odol yang digunakan untuk mengurangi efek gas air mata.

Pada masa itu pula saya sadar bahwa sedang terjadi peristiwa yang menyeramkan di negeri ini. Sekolah saya ada di daerah Pejompongan sedangkan rumah saya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Setiap hari, setelah saya selesai les, kami (ibu, bapak, saya, kakak, dan adik saya) pulang ke rumah. Beberapa kali kami tidak bisa pulang karena banyak sekali demonstran dan tentara di jalan. Di dekat DPR RI dan Jalan Semanggi. Bahkan kabarnya ada baku tembak di daerah itu, ibu dan bapak sering sekali menyaksikan berita tentang ini di televisi.

Novel Pulang mengingatkan saya pada masa itu. Juga pada buku yang saya baca saat duduk di bangku SMP, berjudul Kunang-Kunang Kebenaran di Langit Malam. Buku yang ditulis oleh anak-anak para jenderal yang menjadi korban Gerakan 30 September, tentang ayah mereka yang diculik dan dibunuh di depan mata mereka oleh pasukan yang mengaku suruhan panglima tertinggi. Juga teringat pada pementasan Papermoon Puppet Theater dalam karya berjudul Mwatirika. Mirza membuat resensi yang bagus tentang pementasan itu.


Kisah-kisah pilu tentang orang-orang yang menjadi korban suatu masa. Korban kekuasaan, korban kekuatan yang terlalu memaksakan keinginan. Dan sekali lagi menyadarkan bahwa pembungkaman orang-orang yang berani menyuarakan kebenaran dan melawan penguasa adalah hal yang umum di nusantara.

pengalaman sakit: Infeksi Saluran Kemih

pengalaman sakit: Infeksi Saluran Kemih

February 05, 2014
Hai hai!

Setelah mengalami beberapa sakit yang agak aneh-aneh, sepertinya saya perlu menulis pengalaman sakit ini biar bisa menjadi pembelajaran teman-teman dan diri sendiri.

Pada dasarnya, saya jarang sakit flu atau demam. Tapi begitu sakit, biasanya malah muncul penyakit yang aneh-aneh, hikss :(

okey, mari kita mulai cerita pengalaman sakit yang pertama, yaitu sakit Infeksi Saluran Kemih!

***

Sakit apa sih?

Infeksi saluran kemih (pyelonephritis) umumnya disebabkan oleh bakteri jahat yang menyerang saluran kemih kita. Selain bakteri, bisa juga jamur atau virus yang menyerang (harus cek urin di laboratorium untuk lebih pasti). Bakteri yang paling banyak menyerang adalah Escherichia coli (E. coli), alias bakteri yang banyak di feses. Selain E. coli, ada pula bakteri Klebsiella, Enterobacter, Proteus, Enterococcus, dan Pseudomonas.
Escherichia coli
(sumber gambar : http://goo.gl/dftL2e)

Awalnya, bakteri ini menyerang di saluran paling bawah (uretra), paling dekat dengan dunia luar. Namun, lama kelamaan bakteri bisa naik ke atas, kantung kemih atau bahkan ginjal! (liat gambar)

saluran kemih (sumber gambar : http://goo.gl/QB9jmZ)

Penyakit ini perlu tindakan medis, karena kalau dibiarkan maka dapat merusak ginjal dan bakteri bisa masuk ke darah lalu menjalar-jalar selalu kian kemari.

Tanda dan Gejala

  • Rasa aneh di ujung uretra (ujung saluran pipis) saat mau pipis, perpaduan antara sakit dan panas. Rasa aneh ini muncul dari reaksi bakteri saat terkena urin.
  • Susah menahan pipis, sehingga sering pipis
  • Sakit perut di kantung kemih atau perut bawah
Kalau sudah ada tanda-tanda ini, sebaiknya kita lebih banyak minum air putih, karena kemungkinan besar kita sudah terkena infeksi. Banyak minum air putih artinya adalah minum air putih 3 liter, kalo ngga bisa ya semampunya aja hehehe (pasien nakal). Bila sakit berlanjut maka akan terasa:

  • Sakit tak terhingga di punggung bagian belakang atau pinggang belakang
  • Demam
  • Katanya sih bahkan bisa ada nanah atau darah di urin (untung saya ngga)
sakit di bagian pinggang belakang
sumber gambar: http://goo.gl/BnKbIA
Kalau sudah sakit sampai ke pinggang, artinya bakteri sudah sampai di ginjal sodara-sodara! Ginjal sudah terserang banyak bakteri jahat! Segera lah ke dokter!

Pencegahan
  • rajin serajin-rajinnya minum air putih
  • rajin serajin-rajinnya pipis
  • saat membersihkan kelamin, arah tangan adalah dari belakang ke depan bukan sebaliknya
  • lap kelamin dengan tisu toilet setelah pipis, agar kelamin tetap kering. Ini dilakukan untuk mengurangi kelembaban, sehingga bakteri tidak mudah berkembang
  • makan yang sehat dan olahraga yang rutin, supaya imunitas tubuh tetap terjaga
  • jangan mandi berendem dulu, pakai gayung atau shower aja
  • buat perempuan yang sering keputihan, segera obati keputihannya. Karena keputihan dapat menyebabkan Infeksi Saluran Kemih berulang
  • kalau sudah menikah, langsung minum air putih setelah berhubungan suami istri. Agar bakteri yang mungkin masuk, langsung dikeluarkan
Pengobatan
  • minum air putih sebanyak-banyaknya, waktu itu sih saya disuruh minum 3 liter sehari
  • antibiotik. Ingat! Antibiotik tidak bisa diminum sembarangan, jadi segera lah ke dokter, biar mereka yang menentukan berapa dosis dan jenis antibiotiknya
  • kalau sakit nya sangat sakit biasanya sih dikasih obat penghilang rasa sakit. Tapi cuma boleh diminum saat sakit aja

***

Waktu saya sakit, rasa sakitnya sampe ke pinggang dan semaleman sakit sampe susah jalan :( terus berobat ke Pusat Pelayanan Kesehatan di UI deh, alhamdulillah setelah antibiotik habis (minum obat 5 hari), sudah sembuh dari rasa sakit..

Demikian cerita-cerita dari pengalaman sakit sayaaa!
Oleh karena saya bukan dokter, jadi kalau ada salah-salah mohon dikoreksi yaa..
Bila sakit berlanjut hubungi dokter! wataaaaww!

happy 4Y+4M

happy 4Y+4M

January 27, 2014


" dukun kata telah meneluh rasa
dengan matera:
mukamukamukamukamukamukamukamukamu
mukamukamukamukamukamukamukamukamu
mukamukamukamukamukamukamukamukamu"
***

Keterangan gambar:
kiri atas : pertama kali foto berdua setelah pacaran, di Museum Nasional
kanan atas : Mirza dan kesukaannya minum kopi, di salah satu kedai kopi di bilangan Kemang
kiri bawah : Mirza dan kesukaannya membaca buku, di salah satu kedai kopi di Bandung, Cokotetra

dari tiga gambar tersebut yang mirip mirza kayaknya cuma yang kanan atas hehe
maafkan, yang penting niatnya yahh :')

***
Love is a friendship set to music. (Joseph Campbell)

Craft Class – Dreamdelion Kreatif

Craft Class – Dreamdelion Kreatif

November 11, 2013
Salah satu kegiatan saya di hari minggu adalah main sama anak-anak Dreamdelion. Seperti yang waktu itu saya ceritakan di sini, sejak beberapa bulan lalu saya bergabung dengan Dreamdelion. Tadinya saya masuk dalam tim Manggarai Berkarakter, yaitu bertugas untuk membentuk karakter ibu-ibu di Manggarai. Tetapi karena seringkali tugasnya tumpang tindih dengan tim lain, maka Manggarai Karakter diubah menjadi Dreamdelion Kreatif. Sebagai tim Dreamdelion Kreatif, kami bertugas untuk menjadi pelatih dalam pelatihan kerajinan tangan dan mengelola lokasi Dreamdelion yang baru yaitu di Manggrai RW 12.


Dreamdelion Kreatif telah dua kali menjalankan program Craft Class di sekitar kampus Universitas Indonesia (UI), tepatnya di taman lingkar perpustakaan pusat UI. Di pertemuan pertama, kami membuat gantungan kunci yang terbuat dari benang wool dan kertas bekas. Di pertemuan kedua kami membuat tempat pensil yang terbuat dari kain perca.

Kegiatan ini seru sekali karena membuat kerajinan tangan adalah kegiatan yang sangat saya gemari, dan di Craft Class saya bisa mengerjakan kegiatan tersebut bersama teman-teman! Kami akan membuat Go Craft alias tutorial cara membuat barang kerajinan tangan, tunggu tanggal mainnya yaa! :D

Ini ada beberapa fotonya:

bikin gantungan kunci

serius bikin tempat pensil, bareng Meisha, teman sejak SMA

yeeyy! bagus kaan tempat pensil bikinan para peserta Craft Class!

tempat pensil bikinan saya! yey!

*
 Kapan-kapan kalau ada kegiatan Dreamdelion yang lain ikutan yuuuk!

ngobrol colongan

ngobrol colongan

November 07, 2013
kerjaan saya sama si Eru kalau lagi kuliah atau rapat adalah ngobrol via kertas!

isi ngobrolnya sih macem-macem, bisa tentang kerjaan, bisa tentang kerjaan, makanan, pacar, gosip, dan segalanya haha

kali ini kami ngobrolnya via kertas tissu, soalnya adanya itu.



entar kalo dia udah kuliah di negeri orang pasti kangen deh chit chat ngga penting kayak ginian hahaha

menjahit mimpi

menjahit mimpi

November 06, 2013
Salah satu cita-cita saya adalah menjadi guru TK! yup! soalnya bermain dengan anak-anak sungguh sangat menyenangkan dan membahagiakan. Kita selalu senyum, senang, bernyanyi, menari, tertawa, dan sejuta kegiatan positif lainnya.

Sayangnya, berhubung saya lebih suka berkarir menjadi saintis, jadilah saya belum bisa menjadi guru TK. Namun demikian, selalu ada jalan mencapai cita-cita! dan tahun ini mulailah saya mewujudkan cita-cita saya!

Sampai saat ini, perwujudan cita-cita ini belum menjadi guru TK sih.. cuma ngurusin anak-anak aja hehehe

berikut adalah 2 kegiatan seru-seruan saya dalam mengurusi bocah-bocah kecil yang sangat menyenangkan!


Menjadi guru tamu di Rumah Main Cikal!


difotoin Eru

Rumah Main Cikal adalah sebuah preschool di fX, Jakarta. Bulan september lalu, saya diminta bantuan oleh teman saya (Annisa), yang kerja jadi guru preschool di sana, untuk menjadi guru tamu di acara Bouncing Scientist. Di depan anak-anak kecil umur 1-3 tahun, saya diperkenalkan sebagai saintis. Di sana saya bukan satu-satunya saintis, ada Eru juga, tapi kita beda ruangan..

Kegiatan waktu itu adalah ngajarin anak-anak itu percobaan ilmiah, yaitu Blow Up the Balloon dan Water and Detergent.

Blow Up the Balloon ini caranya gampang:
  1. Siapkan satu buah cuka botol, botol plastik ukuran 600 ml, balon, baking soda, sendok plastik
  2. Masukkan cuka ke dalam botol bekas
  3. Masukkan baking soda ke dalam balon kira-kira 3-5 sendok
  4. Pasang mulut balon ke mulut botol
  5. Biarkan baking soda (yang di dalam balon), masuk ke dalam air cuka
  6. Tadaaaaam! jadilah balon mengembang!

ini kegiatan yang seru banget! dan anak-anak itu langsung seneng, seru, dan penasaran :D
habis ngajarin cara melakukannya, kita juga cerita bahwa kalau cuka dan baking soda dicampur, maka akan terbentuk udara yang dapat mengembangkan balon. Anak-anak itu cuma ngangguk-ngangguk seru aja sih hehehe

Kalau Water and Detergent lebih gampang:
  1. Siapkan sendok plastik, air, gelas plastik ukuran 200 ml, minyak, dan pewarna makanan
  2. Masukkan air ke dalam gelas
  3. Tambahkan pewarna makanan (di sesi ini bisa bilang, "waaah warnanya berubaahh!!" ke bocah-bocah)
  4. Tambahkan minyak
  5. Masukkan deterjent
jadi pas nambahin minyak, kita bisa bilang, "coba aduk-aduk deh.. kok ngga bisa nyampur yaaa?"
terus anak-anak itu jadi penasaran deh sambil ngaduk-ngaduk terus

lalu habis memasukkan deterjen, kita minta anak-anak itu ngaduk lagi.. laluu tadaaa mereka kesenengan penasaran kenapa tiba-tiba air dan minyak bisa nyampur

liatin bocah-bocah itu kesenengan dan penasaran itu membahagiakan bangeett!!

Eru juga cerita tentang ini di blognya, bisa dilihat disini.
ini keseruan lain, yang difotoin sama Eru:

Nisa, Diny, dan Eru
saya di lorong yang unyuk sekali
Diny, Nisa, dan Eru dan anak kembar imut-imut
waaah pokoknya kegiatan ini seru banget! Saya juga jadi belajar gimana cara menghadapi anak kecil, gimana cara mendapat perhatian dari anak-anak kecil, cara menyanyi, cara bergerak, dan berbagai macam cara menghadapi anak-anak.

PS: Makasi banget nisaaa udah memberi kesempatan berharga ini, makasi banyak eruu udah dokumentasiin acaranya hihihi.

Menjadi volunteer di Launching Komunitas Satu Senyum

Hari minggu kemarin, saya, Eru, dan Sisil menjadi volunteer di launching komunitas satu senyum. Komunitas Satu Senyum adalah komunitas para ibu dan anak yang terkena bibir sumbing (celah bibir dan langit-langit). Acaranya berlangsung di Aula Museum Mandiri, Kota, Jakarta Selatan.

Dalam acara ini, kami bernyanyi dan membuat pertunjukan boneka tentang laba-laba yang sabar. Sehari sebelumnya, kami menyiapkan segala alat bantu untuk pertunjukan boneka. Ini fotonya dari instagramnya Eru

lalu kami juga masuk TV hihihi aseek, liat deh disini

ini seru bangeet!!
***

ya semoga makin banyak ya yang ngajakin saya ngurus acara anak-anak kecil, jadi saya bisa main sama anak-anak lagiiii

About me and my lovely sister

About me and my lovely sister

October 02, 2013
Namanya Diny Hartiningtias. Banyak orang yang berpikir bahwa aku mengenalnya dengan sangat baik. Tetapi setelah aku bertanya pada seseorang dalam hati, ternyata ia tidak ku kenal dengan sangat baik. Yah, baiklah, aku akan tetap mencoba untuk bercerita tentangnya.

Aku tidak memanggilnya dengan nama Diny, tetapi kusapa dia dengan nama Dindin. Kata ibu, aku sudah bersamanya saat aku berumur enam bulan, ketika ia ada di dalam rahim ibu. Kami sudah berbagi segalanya.

Waktu aku tertawa dan bercanda dengan ibu, itu berarti ia juga ikut tertawa dan bercanda dengan ku. Lalu disaat air mataku menetes dan ibu berusaha membuatku tersenyum, itu berarti ia juga ikut menghiburku. Rasanya tidak ada satu pun yang dapat menggantikan kebahagiaanku.

Setelah ia lahir, kebahagiaanku semakin bertambah. Kamu mungkin tidak akan pernah tahu alasan mengapa aku bahagia. Karena aku akan membagi bahagia ini untuk mereka. Untuk adik-adikku.

Dulu aku dengannya sering memakai baju dan aksesoris yang sama. Benda yang paling ku ingat adalah gelang plastik warna-warni. Kami suka memakainya. Bahkan kami memakainya hingga menutupi pergelangan tangan sampai hampir ke siku.

Ada lagi, aku dan dia sangat suka berlari-lari di mall, rumah mimi, atau di rumah makan. Dan tentunya kami juga berteriak-teriak sambil berlari. Mungkin orang lain terganggu dengan hal ini, karena mereka tidak tahu mengapa aku bahagia.

Aku juga ingat, jika salah satu dari kami merayakan ulang tahun, pasti ibu membuatkan dua buah kue ulang tahun. Dan kami merayakan perta tersebut bersama. Padahal hari ulang tahun kami berbeda.

Semakin besar aku semakin kehilangannya. Kami mulai memiliki teman masing-masing. Tapi hal ini tidak menjadi penghalang untukku. Dia tetap orang yang kusayang.

Setiap hari aku menanti cerita-cerita seru darinya. Karena ia memang seperti tidak pernah kehabisan cerita. Dan aku sangat menyukai ceritanya.

Dia pernah bercerita tentang orang yang disukainya. Ada lagi cerita tentang orang yang dibencinya. Atau cerita tentang kejadian-kejadian seru yang tak kalah menarik untuk didengar.

Melalui ceritanya aku ikut merasakan apa yang ia rasakan. Aku akan marah jika ia marah karena ada orang yang mengganggunya. Aku akan tertawa saat ia bercerita llucu. Dan walaupun ia tidak tahu, aku juga menangis saat ia disakiti dan aku tidak melakukan apapun untuknya.

Aku benci pada diriku sendiri karena disaat ia disakiti tidak ada hal yang dapat kulakukan untuknya. Aku juga menyesal karena aku hanya dapat melakukan satu hal yaitu menjadi pendengar untuknya. Aku bahkan tidak dapat memberikan satu hal sederhana yang sebenarnya dapat dilakukan.

Terkadang aku bertanya-tanya, dapatkah aku menjadi seorang kakak yang baik untuknya?

Tapi aku selalu menyadarkan diri bahwa kini ia sedang beranjak menuju sebuah pintu kedewasaan.

Dan sekali lagi aku tidak akan membantunya menentukan mana pintu yang tepat untuknya. “Akan aku biarkan ia berlari hingga lelah datang menjemputmu kembali ke rumah.” Itulah kata yang ingin aku ucapkan untuknya saat ia mencari pintu kedewasaan.

Aku pun yakin, saat lelah itu datang, ia sudah akan membawa sesuatu. Tidak hanya untuknya tetapi juga utuk orang-orang yang akan di sekelilingnya. Orang-orang yang akan selalu menjaga dan menyayanginya. Orang-orang yang akan diam disaat ia butuh dan bangga saat ia dapat menyelesaikan masalahnya sendiri, yaitu orang-orang seperti aku..

“selamat ulang tahun dindin”

Thanks for everything that you have done for me. Please forgive every mistake that I’ve made to you. I hope you’ll always be my lovely sister. You are my every things and I hope I can be something for you

Vidya Hartiningrum

Jakarta, 4 Mei 2007

*

surat dari kakak saya, beberapa tahun lalu

Sudah belajar apa saja di kantor?

Sudah belajar apa saja di kantor?

September 29, 2013
Ada banyak hal menarik yang saya pelajari di fase baru dalam kehidupan saya, yaitu fase bekerja. Sejak dua bulan terakhir, saya kerja di salah satu lembaga penelitian di kampus. Waktu itu saya udah pernah cerita disini. Hal-hal yang saya pelajari ini adalah hasil dari pengamatan saya pribadi selama saya bekerja (baru 2 bulan), alias sebagai anak baru, jadi kalau ada yang salah-salah ya maaf-maaf yaah hehe.

Penampilan itu penting!

Dari awal-awal kerja saya terlalu santai dalam berpenampilan. Misal sering pakai celana jeans + kemeja atau baju terusan + kaos. Dulu sih mikirnya, soalnya kantor saya lumayan nyantai, trus orangnya sedikit, jadi ketemu sama orang yang itu-itu aja. Sampai suatu saat (pekan lalu) saya disuruh rapat di kementerian. Sama asisten ibu menteri, ketua EO side event APEC, orang kemenlu, staf ahli presiden, bos saya, dan lain-lain di ruang rapat yang serius banget. Lalu saya lupa bawa blazer, padahal cuma pake terusan dan kaos T_T

Saya langsung sadar bahwa jangan gampang menyepelekan sesuatu. Meskipun cuma pakaian atau penampilan, minimal kita harus selalu rapi dan tau situasi. Tau baju apa yang pantas untuk apa. Kalau emang lagi acara santai, ngga papa pake baju santai. Tapi kalau ke kantor, pakai baju nya jangan yang terlalu santai jadi kalo tiba-tiba disuruh rapat, diminta temenin pak bos menghadiri pertemuan-pertemuan penting, atau tiba-tiba kantor kedatangan orang-orang keren, kita sudah selalu siap siaga! Karena penampilan adalah hal yang pertama kali diliat. Rapi, bersih, dan pantas adalah syarat minimal.

Bawa map untuk berkas-berkas

Berhubung kantor nya di kampus dan hawa-hawa kuliah masih berasa, jadi saya masih suka ngasal nyimpan berkas-berkas. Sama seperti bawa diktat atau catatan kuliah. Dilipat, masukin tas, dilipat, masukin tas. Padahal kalo sudah kerja, berkas yang kita bawa itu bisa lebih penting dari apa yang kita perkirakan. Trus jangan asal tinggal lipet lalu masukin ke tas, sebaiknya siapin map, jadi kalau ada berkas dari kantor bisa kita simpan dengan baik.

Tanggap, sigap, dan cekatan

Ini sangat penting! Kita harus tanggap terhadap situasi, apa yang kira-kira dibutuhkan langsung disiapkan (meskipun belum diminta), sehingga nanti kalau diminta, kita udah siap. Lalu sigap, kalau dikasih kerjaan langsung dikerjakan dengan benar, baik, dan cepat. Apalagi kalau bos nya super sibuk.. Cekatan, alias cepat mengerti. Setelah diajarin sesuatu yang baru, secepat mungkin langsung dikuasai, jadi bisa lebih banyak skill yang kita kuasai. Kayak Andy Sachs (Anne Hathaway) di film The Devil Wears Prada. Di awal dia kelimpungan kerjaan ini itu dan dianggap remeh sama bosnya, tapi lama-lama dia makin tanggap, sigap, dan cekatan. Ini harus saya latih lagi nih.. soalnya sekarang masih kurang cepat tanggap. Padahal tiga hal ini sangat berguna untuk mendapatkan berbagai peluang, karena kalau kita kerjanya bagus pasti akan dikasih kesempatan lebih banyak untuk bisa berkontribusi.

Talk less, do more!

Selain kerja di kantor, saya juga ikutan 2 komunitas, Dreamdelion dan Santa’s Missing Dear (SMD). Ada hal penting yang saya pelajari disini. Bahwa masalah yang kita temui di kehidupan nyata, di kehidupan masyarakat, sebenarnya bisa lebih cepat terselesaikan bila kita ikutan turun tangan. Ngeluh ini itu tapi kalau ngga ngapa-ngapain ya percuma juga kan..

Dua komunitas yang saya ikutin ini, menurut saya cukup keren. Begitu mereka lihat masalah, mereka langsung action! Langsung banget dilakukan. Kalau bisa sekarang, sekarang deh.. Ini yang bikin komunitas ini bisa hidup dan terus berkembang. Masalah yang ingin diselesaikan Dreamdelion adalah masalah-masalah yang ada di masyarakat Manggarai, sedangkan SMD ingin menyelesaikan masalah rusa di UI.
Dan untuk melakukan itu semua, ternyata kita ngga harus menjadi atau membutuhkan orang yang sangat-sangat pintar, cerdas, dan brilian. Kita hanya perlu menjadi orang yang tulus, peduli, dan mau bekerja keras.

Personality also matters

Kepintaran dan kehebatan bukan segalanya. Jenius, menang ini itu di berbagai lomba, kaya raya, kuliah di salah satu kampus ternama sedunia, ternyata bukan yang utama dalam kehidupan pekerjaan. Yang paling utama adalah personality. Bagaimana kita bersikap ke orang lain, apakah kita mampu bekerja sama, mau mendengarkan, tidak congkak, dan menjadi pribadi yang menyenangkan. Soalnya kalau kita nyebelin, orang juga akan males kerjasama dengan kita dan ujung-ujungnya ngga akan dipilih. Pembimbing skripsi saya pernah mengingatkan saya tentang ini.

Bahwa sejenius apa pun kita sejago apapun kita melakukan berbagai pekerjaan, personality also matters.

***

Iyak, baru ini aja sih yang saya pelajari, tentunya selain hal-hal baru di bidang yang sangat saya suka sejak SMA yaitu lingkungan dan konservasi.

Mungkin ini hal biasa yang sangat dasar, apalagi buat orang yang bekerja di bidang yang sangat kompetitif. Tapi saya merasa ini perlu saya tulis, supaya saya bisa kembali diingatkan suatu waktu nanti.


Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang labih baik.

Search This Blog

Contact Form

Name

Email *

Message *